KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Di era digital saat ini, persaingan dunia wirausaha tidak lagi hanya terbatas pada adu rasa dan kualitas produk, tetapi juga adu strategi teknologi. Media sosial kini menjadi ujung tombak bagi para pelaku usaha untuk mengenalkan produk sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.
Hal ini dibuktikan oleh Ahmad Yuliadi, pemilik usaha Dawet Durian Bar Bar Ciledug. Sejak pertama kali meluncurkan kedainya di Jalan Raden Fatah, Parung Serab, Tangerang, Ahmad secara konsisten memanfaatkan platform media sosial sebagai pilar utama promosinya.
Dampak Signifikan Media Sosial
Ahmad mengungkapkan bahwa penggunaan platform seperti Instagram dan TikTok memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan bisnisnya. Tidak tanggung-tanggung, mayoritas konsumen yang datang ke kedainya mengetahui produk tersebut melalui layar ponsel mereka.
“Alhamdulillah dampaknya lumayan juga, 80 persen lebih ada dampak dari sosmed (terhadap penjualan),” ujar Ahmad saat menjelaskan efektivitas kampanye digitalnya, Kamis, 30 April 2026.
Meski menggunakan beberapa platform, Ahmad mencatat bahwa TikTok menjadi media sosial yang memberikan pengaruh paling kuat. Algoritma TikTok yang dinamis memungkinkan konten kulinernya menjangkau audiens di luar wilayah Ciledug secara organik dan cepat.
Kolaborasi dengan Kreator dan Strategi “Bakar Duit”
Dalam menjalankan roda pemasarannya, pemuda asal Pekalongan ini tidak bekerja sendirian. Ia rutin menggandeng para konten kreator atau influencer kuliner untuk mempromosikan menu-menu baru di Dawet Durian Bar Bar.
Ahmad tidak ragu untuk mengalokasikan anggaran khusus demi menjaga eksistensi kedainya di dunia maya. Pada fase awal pembukaan (early opening), ia bahkan melakukan strategi “bakar duit” agar brand awareness produknya terbentuk dengan cepat.
“Pas awal-awal buka, kita panggil kreator yang banyak. Itu memang momen kita ‘bakar duit’ untuk promosi,” jelasnya.
Saat ini, Ahmad rutin mengalokasikan budget pemasaran di kisaran Rp 3 juta per bulan untuk menjaga intensitas promosi dan kolaborasi dengan para kreator konten.
Relevansi Teknologi dalam Bisnis Kuliner
Langkah yang diambil Ahmad menjadi potret bagaimana UMKM saat ini harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan menyajikan konten visual yang menarik dan distribusi yang tepat lewat media sosial, produk tradisional seperti dawet durian dapat bertransformasi menjadi kuliner kekinian yang diburu masyarakat.









