LENSABANTEN.CO.ID – Fenomena El Nino yang belum mereda terus mengakibatkan kondisi cuaca semakin panas di wilayah Banten. Bahkan, sumber air yang biasa digunakan oleh warga pun mulai mengering. Dampaknya terasa oleh ratusan ribu penduduk di provinsi ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten telah mengumumkan bahwa tiga daerah di Banten telah memasuki status darurat kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana, mengonfirmasi bahwa tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang. Selain itu, Kota Serang juga sedang dalam proses untuk mengumumkan status darurat yang sama.
Nana Suryana menjelaskan bahwa hampir setiap wilayah di Provinsi Banten saat ini menghadapi masalah kekeringan. “Hampir semua kabupaten dan kota di provinsi ini merasakan dampak kekeringan,” katanya baru-baru ini.
Kabupaten Lebak disebut-sebut sebagai wilayah yang paling parah terdampak kekeringan, diikuti oleh Kabupaten Serang. Menurutnya, di Kabupaten Serang, kekeringan sangat parah di sekitar bantaran Sungai Ciujung, yang biasanya menjadi sumber air bagi masyarakat setempat.
“Dulu mereka mengandalkan sungai ini, tapi kami melihat sungainya kering, tidak ada air yang bisa digunakan,” ujar Nana Suryana.
Jika status darurat kekeringan sudah dideklarasikan di tingkat provinsi, BPBD akan bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk merencanakan distribusi air bersih. “Ketika status sudah ditingkatkan, kami akan mengaktifkan komando dan merencanakan aksi. Kami akan menentukan titik-titik mana yang perlu mendapatkan pasokan air bersih, seberapa sering, tergantung pada jumlah penduduk di lokasi tersebut,” jelasnya.
Sejak Agustus hingga September, BPBD Banten telah menyuplai lebih dari 450 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Ini adalah upaya kolaboratif yang melibatkan TNI, Polri, serta organisasi relawan lainnya untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi krisis air bersih.
Tentu saja, upaya-upaya ini merupakan langkah awal dalam mengatasi masalah kekeringan yang terus berlanjut. Dengan meningkatnya kesadaran dan kerja sama antarlembaga, diharapkan dapat ditemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi tantangan ini.









