TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Komandan Koramil (Danramil) 06/Cibodas, Mayor Kav Andri Budi Negoro, menegaskan peran aktif TNI dalam membantu masyarakat terdampak banjir di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Selasa, 27 Januari 2026. Ia mengatakan TNI selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat sejak banjir mulai melanda kawasan tersebut.
“Baik, TNI akan selalu berada di tengah-tengah kesulitan masyarakat,” ujarnya.
Mayor Budi Negoro menjelaskan, sejak mengetahui warga terdampak banjir pada Jumat, 23 Januari 2026, TNI langsung membuka dapur umum dan membantu proses evakuasi. Ia menyebut TNI mengerahkan dua unit LCR serta 25 personel setiap hari untuk mengevakuasi warga dan barang-barang mereka.
“Kami mengerahkan 25 orang anggota setiap harinya untuk membantu mengevakuasi barang-barang warga,” katanya.
Selain evakuasi, TNI juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi di posko. Ia menyampaikan bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, pakaian, selimut, hingga kebutuhan anak-anak.
“Yang pasti kebutuhan pertama makan siap saji, lalu ada kebutuhan pakaian, pakaian dalam, lalu ada selimut,” tuturnya.
Ia menambahkan, TNI juga menyalurkan bantuan buah-buahan, susu, dan makanan ringan untuk anak-anak sesuai kebutuhan warga. Bahkan, bantuan obat-obatan dari Korem 052 turut disalurkan ke posko kesehatan setempat.
“Tadi juga kami memberikan bantuan obat-obatan dari Korem 052 kepada posko kesehatan yang ada di sini,” Jelas Danramil Budi.
Dalam penyaluran logistik, Mayor Budi Negoro menegaskan TNI selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Menurutnya, kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal,
“Yang pasti kita selalu bersinergi dengan Pemda maupun dengan pihak kepolisian,” katanya.
Salah satu warga RW 08 Periuk Damai yang mengungsi di posko, Siti (45), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI selama banjir melanda permukiman mereka. Ia mengatakan bantuan yang diberikan sangat membantu kebutuhan dasar para pengungsi.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu, dari awal banjir TNI sudah ada di sini. Makanan, selimut, sampai kebutuhan anak-anak semua diperhatikan, jadi kami merasa lebih tenang walaupun harus mengungsi,” ujar Siti.
Ia berharap banjir segera surut agar warga bisa kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa. Menurutnya, dukungan dari TNI dan pemerintah membuat warga lebih kuat menghadapi musibah ini.
“Harapannya air cepat surut dan kami bisa pulang. Tapi dengan adanya TNI dan bantuan seperti ini, kami merasa tidak sendirian,” katanya.
Terkait jumlah personel, ia memastikan TNI menurunkan kekuatan secara konsisten setiap hari.
“Setiap hari 25 orang,” ujar Mayor Budi Negoro singkat.
Ia juga menyampaikan harapannya agar banjir segera surut dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing. Menurutnya, doa dan kebersamaan menjadi kunci agar musibah ini cepat berlalu.
“Mudah-mudahan musibah ini segera berlalu dan masyarakat bisa kembali ke rumahnya,” katanya.
Kepada masyarakat, Mayor Budi Negoro mengimbau agar tetap bersabar dan percaya bahwa negara hadir untuk membantu. Ia memastikan TNI akan terus bersama warga dengan menyiagakan posko dan layanan darurat selama 24 jam,
“Masyarakat harapannya bisa bersabar, yakin bahwa negara itu hadir,” ujarnya.
Ia menambahkan, total terdapat empat posko yang disiapkan di lokasi banjir Periuk Damai. Posko tersebut mencakup posko pengungsian, dapur umum, dan posko kesehatan yang melayani kebutuhan warga terdampak.









