TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Camat Periuk, Andhika Nugraha, menyampaikan perkembangan terkini banjir di Periuk Damai pada Selasa, 27 Januari 2026. Ia mengatakan penyusutan air sudah cukup signifikan berkat kerja sama lintas instansi.
“Alhamdulillah dengan kerja samanya dari BPBD, BBWSCC, dan teman-teman Dinas PUPR Kota Tangerang, sampai dengan sore hari ini sudah terjadi penyusutan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan kondisi tersebut diharapkan pada keesokan hari warga sudah dapat beraktivitas kembali secara terbatas. Andhika menyebut pembersihan wilayah juga mulai bisa dilakukan di beberapa titik.
“Kita berharap di posisi esok sudah bisa cukup aman untuk warga melintas dan sudah mulai bisa kita lakukan pembersihan,” katanya.
Terkait ketinggian air, Andhika menjelaskan genangan terdalam masih berada di kisaran 1,5 meter. Ia berharap pompa terus bekerja secara efektif agar penurunan air bisa lebih maksimal.
“Posisi terdalam saat ini kurang lebih masih di 1,5 meter sampai di sore ini,” tuturnya.
Menurutnya, pengoperasian pompa juga harus diatur agar tidak mengalami gangguan teknis. Ia menegaskan optimalisasi pompa menjadi target utama agar genangan segera surut.
“Kita berharap kita bisa efektifkan penyedotan mesin-mesin pompa ini sehingga besok pagi sudah bisa turun lebih signifikan,” ujarnya.
Andhika juga menyampaikan pesan kepada warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Ia meminta warga segera melaporkan kebutuhan agar bisa difasilitasi oleh petugas lapangan.
“Kalau memang ada kebutuhan-kebutuhan silakan untuk diinformasikan sehingga teman-teman lapangan bisa ikut membantu,” katanya.
Ia menegaskan peran pemerintah terus berjalan sejak awal banjir hingga saat ini. Andhika menyebut seluruh unsur terlibat aktif dalam penanganan banjir.
“Alhamdulillah dari mulai awal sampai dengan saat ini sinergitas berjalan dengan baik,” ujarnya.
Untuk penanganan pengungsi, Andhika mengatakan masih terdapat empat posko pengungsian yang aktif. Posko tersebut didukung dua dapur umum dengan jumlah pengungsi sekitar 1.690 jiwa.
“Sampai dengan hari ini kita masih menghidupkan empat posko pengungsian dengan didukung oleh dua dapur umum,” tuturnya.
Ia berharap banjir segera surut agar warga bisa kembali ke rumah masing-masing. Andhika mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar karena pemerintah hadir bersama warga.
“Pemerintah ada bersama dengan masyarakat, kita tidak akan meninggalkan warga,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak banjir sejak hari pertama mencapai sekitar 2.600 kepala keluarga. Namun, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Dari tertinggi kita kurang lebih 5.000, sekarang sisa 1.800 kurang lebih,” katanya.
Andhika menegaskan pemerintah akan terus hadir selama warga masih berada di pengungsian. Ia memastikan kebutuhan pangan dan layanan kesehatan tetap disuplai,
“Selagi masih di posko pengungsian, kita akan tetap suplai permakanan termasuk dengan posko kesehatan,” ujarnya.
Terkait penyebab banjir, Andhika menjelaskan kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama. Ia menyebut curah hujan tinggi dan debit kiriman air dari hulu menyebabkan sungai meluap.
“Curah hujannya cukup tinggi dan debit kiriman air dari hulunya juga cukup tinggi sehingga mengakibatkan genangan banjir,” katanya.
Sementara terkait jumlah pompa, Andhika menyampaikan pengoperasian pompa disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan. Ia mengatakan pompa baru bisa diefektifkan setelah volume air di Situ Bulakan memungkinkan untuk dibuang.
“Kita tidak bisa mengefektifkan pompa apabila volume air di Situ Bulakan masih belum bisa dilakukan pembuangan,” pungkasnya.









