Didorong Kenaikan Emas dan Daging Ayam, Inflasi Kota Tangerang Agustus 2026 Capai 2,29%

Hadapi Penolakan di Kompleks Elit, BPS Kota Tangerang Desak Aksi Nyata Pemda Terjunkan Aparatur
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Muladi Widastomo

KOTATANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang merilis data terbaru mengenai pergerakan Indeks Harga Konsumen untuk periode Agustus 2026. Kepala BPS Kota Tangerang, Muladi, menyampaikan bahwa inflasi tahunan (year-on-year) di daerah tersebut tercatat sebesar 2,29 persen.

Pencapaian angka tersebut membuat Kota Tangerang menjadi daerah dengan tingkat inflasi paling stabil di Banten. Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month) tercatat tipis sebesar 0,05 persen, yang sekaligus menghentikan kondisi deflasi pada bulan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Komoditas Utama Pemicu Inflasi
Pergerakan harga selama bulan Agustus ini terutama disumbang oleh kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan dan daging ayam ras. Selain kedua barang tersebut, komoditas seperti rokok sigaret putih mesin dan vitamin juga memberikan andil terhadap kenaikan harga bulanan.

“Secara month-to-month, komoditas penyumbang utama inflasi di Kota Tangerang antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, sigaret putih mesin (SPM), dan vitamin,” ujar Ketua BPS Kota Tangerang, Muladi, saat dikonfirmasi Lensa Banten pada Selasa, 1 September 2026.

Secara tahunan, kenaikan harga bahan makanan seperti minyak goreng, cabai rawit, dan pepaya turut menekan daya beli masyarakat. Sektor transportasi pun ikut memberikan sumbangan inflasi akibat adanya penyesuaian harga bensin, tarif angkutan udara, dan kendaraan mobil.

Penahan Laju Kenaikan Harga

Meskipun terjadi inflasi pada sejumlah barang, laju kenaikan harga secara umum masih berhasil ditahan oleh penurunan harga bahan pangan lainnya. Bawang merah mencatatkan penurunan harga paling dalam hingga mengalami deflasi sebesar 16,46 persen.

Penurunan harga tersebut diikuti oleh komoditas pangan dan barang kebutuhan harian lain seperti kopi bubuk, air kemasan, serta telur ayam ras. Kombinasi penurunan harga ini membuat gejolak inflasi di tingkat konsumen tetap terkendali dengan baik.

Tingkat Inflasi Terendah se-Banten

Laju inflasi tahunan Kota Tangerang sebesar 2,29 persen berada jauh di bawah rata-rata Provinsi Banten yang mencapai 2,95 persen. Angka ini sekaligus menjadi yang terendah jika dibandingkan dengan lima kabupaten dan kota IHK lainnya di Banten.

“Tingkat inflasi year-on-year tertinggi terjadi di Kabupaten Lebak sebesar 4,00 persen, dan terendah kita masih bisa menjaga rentang harga di Kota Tangerang sebesar 2,29 persen,” kata Muladi.

Sebagai perbandingan, Kabupaten Pandeglang mencatatkan inflasi sebesar 3,94 persen, Kota Serang 3,27 persen, dan Cilegon 3,13 persen. Hal ini menunjukkan bahwasanya stabilitas harga di Kota Tangerang relatif lebih terjaga dengan aman.

Langkah Pengendalian Harga Daerah

Menanggapi kondisi ekonomi saat ini, BPS memberikan beberapa rekomendasi penting bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tangerang. Pemkot Tangerang diimbau untuk terus memastikan kelancaran alur distribusi barang kebutuhan pokok dari daerah penghasil.

Selain itu, pelaksanaan operasi pasar murah dan transparansi informasi pasokan harga perlu dioptimalkan guna menjaga kestabilan ekspektasi masyarakat. Pemberian stimulus ekonomi daerah juga disarankan agar daya beli warga Kota Tangerang tetap kuat dan terjaga.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.