JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Farel Prayoga dan Princess Hurrem memilih musik sebagai cara untuk menyuarakan perlawanan terhadap bullying. Keduanya berkolaborasi melalui single “Haters” yang membawa pesan agar anak-anak tidak menyerah menghadapi perkataan negatif.
Lagu tersebut dikemas dengan genre pop hip-hop bernuansa Korea. Bagi Farel, proyek ini sekaligus menjadi tantangan karena mengharuskannya keluar dari karakter musik pop-dangdut dan campursari.
“Kalau persiapannya, buat aku pribadi lumayan susah ya. Karena kan aku dari campursari, beralih ke yang agak jauh dikit. Jadi kayak kaget gitu,” ujar Farel.
Untuk mendukung konsep lagu, Farel juga menjalani latihan dance secara intensif. Ia bahkan mengaku harus berlatih hingga pukul 03.00 WIB.
“Paling berkesan waktu latihan dance. Itu part paling susah banget. Kita latihannya sampai jam 3 pagi,” katanya.
Sementara itu, Princess Hurrem memiliki alasan personal ketika menyanyikan lagu “Haters”. Ia pernah merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi korban perundungan.
Hurrem mengingat dirinya pernah diejek oleh teman-temannya hingga membuatnya menangis.
“Waktu itu ada yang bilang aku jelek, bau, mukanya gimana gitu. Jadi agak nangis sedikit,” kenangnya.
Alih-alih membiarkan pengalaman tersebut menjadi luka berkepanjangan, Hurrem memilih menjadikannya sebagai dorongan untuk berkarya.
“Yang memotivasi sih aku sendiri. Soalnya banyak orang yang di-bully. Jadi kita kasih tahu aja lewat lagu, diemin aja, buktikan dengan prestasi,” jelas Hurrem.
Pesan tersebut mendapat dukungan dari Farel yang juga memiliki perhatian terhadap isu perundungan anak. Ia bahkan pernah dinobatkan sebagai Duta Anak Anti-Bully oleh Komnas Anak.
Menurut Farel, menghadapi perundungan tidak harus dilakukan dengan membalas menggunakan kekerasan atau perkataan buruk.
“Kalau kita di-bully, ya kita balas pakai prestasi yang ada. Senyumin aja, asyikin aja,” tegasnya.
Single “Haters” menjadi kolaborasi yang mempertemukan dua penyanyi cilik dengan warna berbeda. Selain membawa pesan sosial, lagu ini juga memperlihatkan keberanian Farel dan Hurrem mencoba genre musik yang lebih modern.
Rais, manajer Farel sekaligus produser lagu, mengatakan proses pengerjaan “Haters” membutuhkan waktu hingga satu tahun. Tantangan produksi antara lain menyesuaikan jadwal dan menjaga suasana hati kedua penyanyi cilik di tengah kegiatan sekolah.
Kini “Haters” telah tersedia di berbagai platform musik digital. Farel dan Hurrem berharap lagu tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pengalaman buruk akibat *bullying* tidak harus menghentikan langkah seseorang.
Sebaliknya, mereka ingin anak-anak membuktikan kemampuan melalui karya, keberanian, dan prestasi. (san/*) #foto dok. ig@alwy_design_








