271 Warga Kota Tangerang Sudah Bekerja di Jepang, Bahasa Jadi Kunci Utama bagi Lulusan SMK

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus memperluas peluang kerja ke luar negeri bagi generasi muda. Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penempatan kerja ke Jepang yang melibatkan perusahaan Jepang, LPK Wahana Dana Indah, dan sejumlah SMK di Tangerang Raya.

Sebanyak tujuh sekolah yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni SMKN 1 Tangerang Selatan, SMK Penerbangan Kabupaten Tangerang, SMKN 6 Kota Tangerang, SMK Binusta Tangerang, SMK Pariwisata Puspita Serpong, SMKN 7 Tangerang Selatan, dan SMK Gema Gawita.

Bacaan Lainnya

Program ini menjadi bagian dari Program Gampang Kerja yang diinisiasi Pemkot Tangerang untuk memperluas akses lapangan pekerjaan bagi lulusan sekolah vokasi.

Pemkot Dorong Peluang Kerja ke Jepang

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan peluang kerja tidak hanya tersedia di dalam negeri. Karena itu, Pemkot Tangerang terus membangun kolaborasi agar masyarakat memiliki kesempatan bekerja hingga ke luar negeri.

“Ini salah satu program Pemkot Tangerang yaitu Gampang Kerja. Jadi bukan hanya kita menciptakan tenaga kerja, tapi juga membuka lapangan kerja, bukan hanya di dalam kota tetapi sampai ke luar negeri, khususnya Jepang,” ujar Sachrudin kepada awak media usai MoU di LPK Wahana Dana Indah, Karawaci, Kota Tangerang, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, ratusan warga Kota Tangerang telah berhasil bekerja di Jepang.

“Kota Tangerang sampai saat ini sudah mengirim tenaga kerja ke Jepang sebanyak 271 orang,” katanya.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penempatan kerja ke Jepang yang melibatkan perusahaan Jepang, LPK Wahana Dana Indah
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penempatan kerja ke Jepang yang melibatkan perusahaan Jepang, LPK Wahana Dana Indah

Ratusan Calon Pekerja Dipersiapkan

Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra, menjelaskan kerja sama tersebut melibatkan sekolah, perusahaan pengguna dari Jepang, dan lembaga pelatihan kerja. Tujuannya untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang.

Saat ini sekitar 300 calon tenaga kerja tengah menjalani proses pembinaan dan pelatihan. Mereka berasal dari sejumlah sekolah yang telah bergabung dalam program penempatan kerja ke Jepang.

“Dari MoU yang kita lakukan ada 18 sekolah sebanyak kurang lebihnya 300 orang. Nah, itu dipersiapkan untuk bekerja di Jepang,” jelas Ujang.

Menurutnya, peluang kerja yang tersedia cukup beragam, mulai dari sektor hospitality, ground handling, manufaktur, perawat (kaigo), konstruksi bangunan hingga maintenance building.

“Pekerjaannya banyak. Yang satu hospitality, juga ada ground handling, juga ada manufaktur, juga ada kaigo atau perawat, juga ada konstruksi bangunan, juga ada maintenance building,” tuturnya.

Bahasa Jepang Jadi Syarat Utama

CEO PT Liana Segrus Jepang, Kazuya Yamanouchi, menegaskan bahwa kemampuan bahasa Jepang menjadi modal utama bagi calon pekerja Indonesia. Kemampuan tersebut diperlukan agar komunikasi di lingkungan kerja dapat berjalan dengan baik.

“Yang paling penting adalah nomor satu bahasa Jepang,” ujar Yamanouchi melalui penerjemah.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Jepang tidak menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, calon pekerja harus serius mempelajari bahasa Jepang sebelum berangkat.

“Agar komunikasi antara perusahaan dan tenaga kerja bisa berjalan dengan baik, para peserta harus belajar bahasa Jepang dengan sungguh-sungguh,” lanjutnya.

Ujang menambahkan, setiap peserta wajib memenuhi standar kemampuan bahasa sebelum diberangkatkan. Salah satu syarat utama adalah lulus ujian kemampuan bahasa Jepang. Standar minimal yang harus dicapai peserta adalah level N4 (Sertifikat bahasa Jepang JLPT level N4 adalah syarat kualifikasi dasar yang sangat penting untuk tinggal, bekerja, atau sekolah di Jepang.

Level ini membuktikan bahwa Anda mampu memahami percakapan sehari-hari tingkat dasar dan menguasai sekitar 300).

“Yang pertama adalah mereka lulus ujian bahasa dengan standar minimal N4,” katanya.

LPK Wahana Siap Dampingi Hingga Bekerja

CEO LPK Wahana Dana Indah, Lily Njomin, mengatakan pihaknya tidak hanya membuka peluang kerja ke Jepang. Saat ini penempatan tenaga kerja juga tersedia ke sejumlah negara lain seperti Taiwan, Korea Selatan, Turki, dan beberapa negara di Eropa.

“Kalau selain Jepang, kita ada negara yang lain seperti Taiwan, Turki, Korea, Jepang, dan Eropa yang kita ada, dan kita akan memberangkatkan lewat P3MI untuk keberangkatannya,” ujar Lily.

Menurutnya, pihak LPK tidak hanya bertugas memberangkatkan peserta, tetapi juga melakukan pendampingan selama mereka bekerja di luar negeri. Pengawasan dilakukan sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.

“Kalau kita kirim ke negara mana pun, itu kita awasi sampai mereka pergi sampai pulang ke Indonesia. Dengan kita punya cabang yang ada di sana, setiap ada masalah atau apa pun yang terjadi, mereka pasti dipantau dan didatangi,” tuturnya.

Program penempatan kerja ke luar negeri ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Selain memperoleh pengalaman kerja internasional, para lulusan SMK juga memiliki peluang untuk membangun karier dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.