BALI, LENSABANTEN.CO.ID – Kejadian nahas menimpa seorang balita laki-laki berusia 4 tahun bernama Khuzaifah, warga Lingkungan Telaga Mas, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, pada Senin 20 Januari 2025 malam.
Balita tersebut terjatuh ke dalam gorong-gorong tanpa penutup di depan rumahnya saat bermain hujan. Beruntung, ia berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah pencarian dramatis selama lebih dari tiga jam.
Peristiwa bermula saat Khuzaifah bermain hujan bersama ayahnya, Dedi Rahman. Karena hujan semakin deras, Dedi meminta anaknya masuk ke rumah untuk mandi.
Setelah mandi, Khuzaifah sempat bermain di dalam rumah sementara ayahnya mandi.
Namun, saat Dedi selesai, ia tidak menemukan anaknya di dalam rumah. Pintu rumah yang terbuka dan posisi gorong-gorong yang menganga membuat Dedi khawatir anaknya terjatuh.
Merasa panik, Dedi meminta bantuan warga sekitar untuk mencari Khuzaifah. Pencarian segera dilakukan, termasuk menyisir aliran gorong-gorong. Salah satu warga bernama Azwar mendengar suara teriakan dari dalam gorong-gorong.
Dengan bantuan tali, Azwar bersama warga dan pihak berwenang mengevakuasi Khuzaifah yang ditemukan dalam kondisi menggigil kedinginan.
“Anaknya berdiri di dalam gorong-gorong sambil gemetaran. Kami segera turun untuk menyelamatkannya,” ujar Azwar.
Khuzaifah langsung dibawa ke RS Balimed, Karangasem, untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut dokter, kondisi Khuzaifah stabil meskipun sempat mengalami kedinginan dan luka ringan di tangannya akibat bergelantungan di dalam gorong-gorong.
Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, membenarkan kejadian tersebut.
“Balita tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Warga mendengar tangisan dari gorong-gorong yang memudahkan proses pencarian,” imbuhnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap keselamatan anak-anak, terutama di sekitar area yang berpotensi membahayakan, seperti gorong-gorong tanpa penutup. Pihak terkait juga diimbau untuk segera memperbaiki infrastruktur yang rusak guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan lingkungan, terutama bagi anak-anak.









