Perempuan di Balik Layanan Parkir: Dedikasi Tanpa Henti dari Garda Terdepan

Perempuan di Balik Layanan Parkir Dedikasi Tanpa Henti dari Garda Terdepan

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID  — Saat sebagian besar orang belum memulai aktivitas, Eni Wulandari sudah lebih dulu bersiap di pos layanan parkir sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Ia tiba sekitar pukul 05.50 WIB, lalu mulai bertugas pukul 06.30 WIB menggantikan petugas malam. Sebelum bekerja, ia menyempatkan salat Dhuha. Area parkir yang dijaganya beroperasi 24 jam dan melayani ribuan kendaraan setiap hari.

Selama 31 tahun, Eni menjalani rutinitas itu dengan penuh tanggung jawab. Baginya, pekerjaan ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kisah Eni menjadi potret dedikasi perempuan di lini operasional layanan parkir. Dalam momentum Hari Kartini, Secure Parking Indonesia (SPI) menyoroti peran perempuan yang selama ini jarang terlihat, namun berkontribusi besar melalui ketelitian, integritas, dan profesionalisme.

Selain Eni, ada Lince Megawati Hutabarat, Endang Lestari, dan Margareta Purwanti yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun. Mereka mewakili ribuan pekerja perempuan di SPI yang membuktikan bahwa pekerjaan lapangan dengan tekanan tinggi dapat dijalankan secara profesional tanpa batasan gender.

Menjaga Kepercayaan di Lapangan

Lince Megawati Hutabarat, yang kini menjabat Car Park Manager di Jakarta Utara, memulai karier sejak 1996 sebagai kasir. Ia kemudian meniti karier hingga posisi manajerial, termasuk pernah menjadi Area Business Manager.

Selama bertugas, Lince menghadapi berbagai tantangan, termasuk situasi berbahaya. Namun, ia memilih tetap tenang dan fokus. Baginya, kepercayaan pelanggan harus diraih dan dijaga dengan kejujuran serta tanggung jawab.

Perjuangan dari Daerah hingga Mandiri di Ibu Kota

Kisah lain datang dari Endang Lestari. Perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur ini merantau ke Jakarta dengan tekad mandiri. Sambil bekerja di SPI, ia menyelesaikan pendidikan Diploma III Akuntansi.

Kini, setelah hampir tiga dekade, Endang bertugas sebagai staf administrasi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ia memastikan operasional parkir berjalan tertib, mulai dari pengecekan aset hingga pelaporan pendapatan. Dalam kondisi gangguan teknis, ia mengedepankan ketenangan dan koordinasi tim.

Integritas yang Terjaga Puluhan Tahun

Margareta Purwanti juga menunjukkan konsistensi serupa. Sejak 1998, ia telah menangani lebih dari 20 lokasi parkir di Jabodetabek. Tugasnya memastikan administrasi berjalan akurat dan tepat waktu.

Baginya, perempuan harus kuat, mandiri, dan memiliki penghasilan sendiri agar tidak bergantung pada orang lain.

Single Parent dengan Dedikasi Tinggi

Eni Wulandari juga menjalani peran sebagai orang tua tunggal bagi dua anak. Ia bekerja dari pagi hingga sore tanpa membedakan pekerjaan berdasarkan gender.

Keberhasilan terbesarnya adalah mampu membiayai pendidikan anak-anaknya hingga mandiri.

Apresiasi Manajemen

Manajemen SPI menegaskan bahwa peran perempuan menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan pelanggan selama lebih dari 30 tahun.

Deputy Managing Director SPI, Queenta Sylvia, menyatakan bahwa kontribusi perempuan bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai pilar utama dalam menjaga kualitas layanan.

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa di balik sistem parkir modern yang terus berkembang, ada peran manusia yang tak tergantikan. Di lebih dari 1.700 lokasi parkir di seluruh Indonesia, perempuan-perempuan SPI terus menjaga layanan dengan disiplin, integritas, dan kepedulian.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.