TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Agenda pelantikan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang akan digelar pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Acara tersebut akan berlangsung di kawasan Jembatan Berendeng, Kota Tangerang. Momentum ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan agenda nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
“Ya, kebetulan tanggal 26 nanti adalah Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Ini nanti semua Kabupaten/Kota se-Indonesia pada hari itu melakukan kegiatan-kegiatan positif yang terkait dengan mitigasi bencana, pertolongan, kemudian sosialisasi pencegahan dan sebagainya,” ujarnya kepada Lensa Banten pada Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, di Banten kegiatan dipusatkan di Kota Tangerang dan digabung dengan pelantikan FPRB. Sejumlah aksi nyata juga akan dilakukan sebagai bentuk kepedulian lingkungan.
“Nah, kita di Banten ini kebetulan di Kota Tangerang ini juga dalam rangka itu dijadikan satu dengan pelantikan FPRB. Ditambah juga kegiatan nanti ada teman-teman, nanti ada penghijauan, ada pembersihan drainase, kemudian ada juga penebaran benih ikan di Sungai Cisadane ini,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk berkontribusi sekecil apa pun. Upaya sederhana tersebut diharapkan memberi dampak besar bagi lingkungan.
“Itu bagian upaya sebetulnya kita mengajak masyarakat, mengampanyekan bahwa sebetulnya ayo apa pun yang sekecil apa pun kita lakukan demi kebaikan kita semua,” katanya.
Terkait ke depan, Lutfi menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak atau pentahelix. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam penanggulangan bencana.
“Ya, tentu dengan berkumpulnya semua pentahelix ini, stakeholder ini, kita akan di situ menimbulkan semangat bahwa menjaga alam itu penting. Bahwa sebetulnya menjaga alam itu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tapi kita semuanya, ada relawan, ada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat tidak hanya muncul saat peringatan saja. Upaya menjaga lingkungan perlu dilakukan secara konsisten setiap hari.
“Contohnya hari ini hanya membersihkan sampah, ya sudah diambil. Berikutnya kalau itu dilakukan sampai November, insyaallah Desember banjir itu air ngalir dengan baik,” tutupnya.








