Fenomena Kemarau Basah Melanda Kota Tangerang, Warga Diminta Antisipasi dan Waspada

ILUSTRASI : Dehidrasi mengancam warga di saat musim kemarau saat ini. Foto : Pexels

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Meski kalender musim menunjukkan telah memasuki musim kemarau, hujan masih kerap mengguyur wilayah Kota Tangerang. Fenomena ini dikenal sebagai kemarau basah, yaitu kondisi ketika hujan masih terjadi secara signifikan di awal musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa saat ini sebagian besar wilayah Banten, termasuk Kota Tangerang, masih berada dalam masa pancaroba.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini sebagian besar Provinsi Banten memasuki pancaroba, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” ujar Angkie, Forecaster Stasiun Klimatologi Banten, saat dihubungi Lensa Banten pada Senin, 26 Mei 2025.

Ia menjelaskan bahwa pada masa pancaroba, cuaca cenderung berubah-ubah secara ekstrem.

“Pada periode ini, cuaca seringkali berubah-ubah, cerah, hujan deras, lalu reda kembali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Angkie memaparkan bahwa Kota Tangerang pada bulan Juni diperkirakan masih akan mengalami curah hujan dengan kategori menengah.

“Untuk prediksi curah hujan bulan Juni sendiri, khususnya Kota Tangerang berada pada kategori Menengah (101–300 mm),” jelasnya.

Namun, pada akhir Mei ini, BMKG belum melihat potensi hujan ekstrem. Namun, wara diminta untuk tetap antisipasi jikalau adanya hujan susulan.

“Untuk Kota Tangerang selama dasarian III Mei (21–31 Mei) tidak terdapat peringatan dini curah hujan tinggi,” tegasnya.

Meski begitu, kondisi cuaca yang tak menentu ini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama di kawasan rawan genangan seperti Cipondoh dan Ciledug.

“Setiap sore hujan deras, jalan depan rumah saya sering tergenang. Airnya nggak tinggi, tapi cukup ganggu kalau mau keluar,” ujar Ardi (38), warga Cipondoh.

“Tiap sore hujan terus, kadang disertai angin kencang. Saya sampai takut keluar rumah kalau sudah mendung,” kata Fitri (32), warta Ciledug.

BMKG memperkirakan kondisi pancaroba ini akan berlangsung hingga awal atau pertengahan Juni, sebelum benar-benar masuk ke musim kemarau yang kering. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi cuaca dan tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi skala ringan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.