SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Cuaca ekstrem dan ancaman banjir sering kali menjadi momok menakutkan bagi para petani, terutama risiko terjadinya gagal panen atau puso. Merespons tantangan tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten memastikan bahwa pemerintah daerah siap mengulurkan tangan. Petani yang sawahnya terdampak banjir kini bisa mengajukan bantuan benih padi secara gratis.
Kepala Distan Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, menegaskan bahwa stok cadangan benih daerah saat ini dalam kondisi aman dan siap didistribusikan. Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi para petani yang merugi.
“Alhamdulillah, stok benih kita sangat mencukupi. Berapa pun luas lahan yang mengalami puso akibat banjir, kami siap mengintervensi dengan menyalurkan bantuan benih untuk penanaman kembali,” ujar Agus dalam keterangannya di Serang.
Mekanisme Pengajuan Bantuan
Agus menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan ini tidak dilakukan secara otomatis, melainkan harus melalui prosedur administratif yang resmi agar tepat sasaran. Berikut adalah langkah-langkah atau mekanisme yang harus ditempuh oleh para petani:
Pelaporan oleh Penyuluh: Petani atau kelompok tani (poktan) yang lahannya terendam banjir harus segera melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.
Verifikasi Lapangan: Setelah menerima laporan, PPL bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) akan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Petugas akan mengecek kondisi fisik tanaman dan menghitung total luas lahan yang dinyatakan puso (gagal panen).
Pengusulan Resmi: Hasil verifikasi lapangan tersebut kemudian akan dirumuskan menjadi usulan resmi dari tingkat kecamatan, yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setempat.
Validasi dan Penyaluran: Dinas Pertanian Kabupaten/Kota akan memvalidasi data tersebut sebelum mengirimkan permohonan ke Dinas Pertanian Provinsi Banten. Setelah dokumen dinyatakan lengkap dan valid, bantuan benih akan langsung dikirimkan ke kelompok tani terkait.
Memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)
Selain mengandalkan bantuan benih gratis dari pemerintah daerah, Distan Banten juga mendorong para petani untuk lebih protektif terhadap aset mereka dengan mendaftar program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Menurut Agus, program asuransi ini merupakan solusi jangka panjang yang sangat ideal. Dengan mengikuti AUTP, petani yang mengalami gagal panen akibat bencana alam seperti banjir atau kekeringan bisa mendapatkan klaim ganti rugi finansial secara tunai. Modal tersebut nantinya dapat digunakan kembali oleh petani untuk membeli sarana produksi dan memulai musim tanam yang baru tanpa perlu terjerat utang.
Melalui sinergi bantuan benih gratis dan program asuransi ini, Pemprov Banten berharap sektor pertanian daerah tetap tangguh menghadapi ketidakpastian cuaca, sekaligus memastikan pemulihan pasca-bencana bagi para petani dapat berjalan lebih cepat.










