Ketua IPSM Kota Tangerang Buka Suara Soal Insentif Rp500 Ribu Petugas Sosial

Ketua Umum IPSM Kota Tangerang periode 2026–2031, Sutikno Slamet
Ketua Umum IPSM Kota Tangerang periode 2026–2031, Sutikno Slamet

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Tangerang berkomitmen memperkuat peran strategisnya di barisan terdepan dalam mengentaskan kemiskinan serta menangani berbagai permasalahan sosial di tingkat tapak melalui kolaborasi erat bersama pemerintah daerah.

Ketua Umum IPSM Kota Tangerang periode 2026–2031, Sutikno Slamet, menegaskan bahwa keberadaan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) bukan sekadar relawan, melainkan mitra strategis pemerintah yang terjun langsung menyisir akar kemiskinan warga.

Bacaan Lainnya

“Tugas PSM sendiri merupakan bagian dalam rangka membantu program pemerintah untuk turut mengentaskan kemiskinan serta meminimalkan berbagai permasalahan sosial yang ada di Kota Tangerang,” ujar pria yang akrab disapa Pakde Sutikno usai pelantikan pengurus IPSM Kota Tangerang, Kamis 6 Agustus 2026.

Sutikno mengungkapkan, di wilayah Kota Tangerang terdapat sekitar 24 hingga 25 item Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang menjadi fokus pendampingan. Cakupan tersebut meliputi warga miskin, lansia terlantar, penyandang disabilitas, anak jalanan, gelandangan, wanita rawan sosial ekonomi, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Tantangan utama para pekerja sosial di lapangan adalah menjembatani berbagai program Kementerian Sosial (Kemensos) RI maupun Dinas Sosial Kota Tangerang agar tepat sasaran, mulai dari validasi data PMKS hingga mengawal penyaluran bantuan sosial (bansos).

Menanggapi insentif operasional sebesar Rp500.000 per bulan dari Pemkot Tangerang, Sutikno menilai hal tersebut direspon secara profesional oleh seluruh anggota.

“Kalau bicara cukup atau tidak, itu relatif. Namun dengan dana yang diberikan pemerintah daerah, alhamdulillah kita sampai hari ini masih tetap bisa menjalankan tugas dan fungsinya. Setiap bulan petugas PSM juga wajib memberikan feedback minimal 10 laporan kegiatan ke Dinas Sosial,” paparnya.

Lebih lanjut, Sutikno menekankan bahwa pengentasan kemiskinan secara holistik tidak hanya berhenti pada pembagian bantuan sosial cair, melainkan pada kebangkitan sektor ekonomi keluarga rentan. Oleh karena itu, ia mendorong Pemkot Tangerang untuk terus membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru.

“Masalah sosial erat kaitannya dengan kondisi ekonomi. Jika perekonomian keluarga membaik, masyarakat akan keluar dari garis kemiskinan. Harapan kita pemerintah daerah terus menciptakan lapangan kerja dan usaha agar masyarakat berdaya, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Sutikno.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.