KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Salah satunya dilakukan melalui pembelian Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Bursa Karbon IDX, sebagai pembelian perdana sertifikat pengurangan emisi oleh Garuda Indonesia.
Sertifikat Penurunan Emisi (SPE) adalah bagian dari mekanisme pengelolaan penurunan emisi yang terdokumentasi dalam bentuk surat sebagai bukti pengurangan emisi oleh usaha dan kegiatan yang telah melalui Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi, serta tercatat dalam Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim.
Pembelian sertifikat penurunan emisi merupakan bagian dari program “Carbon Neutral Flight” di Garuda Indonesia, yang merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi melalui konversi emisi karbon pada operasional penerbangan. Program ini juga melibatkan metode “Carbon Offset” melalui pembelian sertifikasi penurunan emisi milik Pertamina Patra Niaga.
Pelaksanaan Program Carbon Neutral Flight tidak hanya melalui pembelian SPE di Bursa Karbon nasional, tetapi juga sertifikat penurunan emisi berskala global sesuai standar ICAO CORSIA. Tahap awal program ini telah diimplementasikan pada penerbangan Joy Flight HUT GA ke-75 dan akan berkelanjutan pada penerbangan lainnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-75 Garuda Indonesia serta implementasi komitmen perusahaan untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 yang ditetapkan oleh Pemerintah. Komitmen ini akan diperkuat melalui kebijakan korporasi yang menekankan fokus pada sustainability dalam seluruh aspek operasional perusahaan.
““Pelaksanaan program ini juga sejalan dengan tema HUT Garuda Indonesia yang ke-75 “Celebrating Unity for The Greater Future” dimana langkah ini merupakan bentuk aktif partisipasi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk berkontribusi menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon,”katanya, Selasa 30 Januari 2024.
Melalui program ini, Garuda Indonesia menghitung offset atas jejak karbon yang dihasilkan oleh penerbangan joy flight.
Sebelumnya, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-75 Garuda Indonesia, dilakukan penerbangan “joy flight” menggunakan armada B737-800 dengan nomor penerbangan GA006. Penerbangan ini sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan tenaga alih daya yang telah mendukung kegiatan bisnis Perusahaan.
Garuda Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif berkelanjutan, termasuk kolaborasi dengan Pertamina melalui penerbangan komersial pertama di Indonesia yang menggunakan bahan bakar bioavtur.
Keterlibatan Garuda Indonesia dalam penurunan emisi karbon merupakan bagian dari rencana strategis untuk berakselerasi sebagai maskapai yang semakin agile dan adaptif dalam menyongsong era baru dengan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui energi terbarukan.
“Keterlibatan aktif Garuda Indonesia dalam penurunan emisi karbon ini turut menjadi bagian dari road map rencana strategis Garuda Indonesia untuk terus berakselerasi sebagai maskapa,”imbuhnya.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengungkapkan kebanggaan atas dukungan terlaksananya “Carbon Neutral Flight” di usia 75 tahun Garuda Indonesia melalui kerjasama dalam inisiatif perdagangan karbon, sebagai upaya mendukung Net Zero Emission Indonesia di tahun 2060.
Pertamina Patra Niaga tidak hanya menjual avtur kepada mitra, namun juga menawarkan solusi untuk dekarbonisasi emisi dari bisnis konsumen sebagai decarbonization journey partner.
Garuda Indonesia akan terus menghadirkan inisiatif berkelanjutan untuk mendukung capaian target Indonesia menuju Net Zero Emission di tahun 2060, termasuk penggunaan energi baru terbarukan dan efisiensi energi melalui teknologi digital dan pemutakhiran proses perawatan pesawat dengan memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa Garuda Indonesia.
“Dalam rangka mendukung capaian target Indonesia menuju Net Zero Emission di tahun 2060 nanti, Garuda Indonesia secara berkesinambungan akan terus menghadirkan rangkaian inisiatif yang tidak hanya berfokus pada penggunaan energi baru terbarukan namun juga pada upaya-upaya efisiensi energi,”pungkasnya.









