JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – RCTI kembali memperkuat dominasinya di ranah sinetron komedi keluarga dengan menghadirkan drama komedi komunal terbaru berjudul “Tobat Jatuh Cinta” yang dijadwalkan tayang mulai 22 Juni 2026. Mengangkat kisah ringan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sinetron ini dipersiapkan sebagai tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu melanjutkan jejak kesuksesan deretan sinetron komedi legendaris RCTI seperti “Dunia Terbalik” dan “Amanah Wali”.
Optimisme tersebut muncul karena RCTI kembali mempercayakan proyek ini kepada tim kreatif yang sebelumnya terlibat dalam penggarapan dua sinetron fenomenal tersebut. Pengalaman panjang dalam meramu cerita komedi keluarga yang dekat dengan realitas masyarakat dinilai menjadi modal besar bagi “Tobat Jatuh Cinta” untuk merebut perhatian pemirsa dari berbagai kalangan.
Local Acquisition & Content Development Department Head RCTI, Koento Wibisono, menilai keberhasilan sinetron komedi komunal selama ini tidak terlepas dari kemampuan kreator membaca kehidupan masyarakat dan menerjemahkannya menjadi tontonan yang menghibur. Menurutnya, RCTI telah memiliki pengalaman panjang menghadirkan tayangan komedi keluarga yang mampu bertahan dalam waktu lama sekaligus membangun basis penonton yang loyal.
“RCTI selama ini memiliki rekam jejak panjang dalam menghadirkan tayangan komedi keluarga yang mampu bertahan dalam waktu lama dan membangun basis penonton yang loyal. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan Tobat Jatuh Cinta sebagai tontonan harian yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujar Koento.
Ia menambahkan bahwa tim kreatif yang terlibat sudah memahami karakter penonton Indonesia. Karena itu, cerita yang dihadirkan tidak hanya mengandalkan humor semata, tetapi juga menghadirkan konflik sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mampu membangun kedekatan emosional dengan pemirsa.
“Tim kreatif yang berada di balik layar sudah memahami karakter penonton Indonesia. Mereka memiliki kemampuan meramu cerita sederhana menjadi tontonan yang mengundang tawa sekaligus menghadirkan kedekatan emosional dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Keyakinan serupa juga disampaikan Co-Operations Director RCTI, Marissa Fissa Tara. Menurutnya, salah satu kekuatan utama “Tobat Jatuh Cinta” terletak pada pemilihan karakter dan pemain yang dilakukan secara matang. Setiap tokoh dirancang untuk menghadirkan warna berbeda sehingga mampu menjangkau berbagai segmen penonton.
“Proses pemilihan pemain dalam Tobat Jatuh Cinta dilakukan melalui berbagai pertimbangan yang matang, karena keberhasilan sebuah sinetron komedi komunal tidak hanya ditentukan oleh kekuatan cerita, tetapi juga oleh kemampuan para karakter dalam membangun kedekatan dengan penonton,” ujar Marissa.
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian dalam sinetron ini adalah Gisella Anastasia. Penyanyi dan aktris yang akrab disapa Gisel tersebut mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya dipercaya menjadi pemeran utama dalam proyek sinetron stripping pertamanya. Awalnya, ia hanya mengira akan menjadi bagian dari pemain pendukung.
“Tadinya diberi tahu untuk ikutan project ini bukan jadi pemeran utama, tapi kok beberapa hari kemudian malah berubah, terus terang sebenarnya beban sih,” ungkap Gisel.
Perubahan tersebut sempat membuatnya diliputi rasa cemas. Selain belum pernah bermain dalam sinetron harian, ia juga harus beradaptasi dengan ritme produksi yang sangat berbeda dibandingkan proyek akting yang pernah dijalaninya selama ini.
“Ini merupakan sebuah tantangan yang sampai sekarang bikin deg-degan, karena belum pernah main sinetron, terutama lebih ke masalah aktingnya,” tuturnya.
Tak hanya soal kemampuan berakting, Gisel juga harus menyesuaikan jadwal syuting dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Namun, seiring berjalannya waktu, kekhawatiran itu perlahan berubah menjadi antusiasme. Ia mengaku mulai menikmati proses syuting dan menemukan pengalaman baru yang menyenangkan selama mendalami karakter yang diperankannya.
“Setelah menjalani justeru semakin seru dan enjoy dalam mendalami karakter, semoga ini bisa menghibur lewat kesegaran komedinya,” ujarnya.
Di balik layar, sutradara Asep Kusdinar menghadapi tantangan tersendiri dalam mengarahkan sinetron komedi komunal yang melibatkan banyak karakter dan konflik dalam satu cerita. Menurutnya, menjaga agar seluruh elemen cerita tetap terhubung dan mudah diikuti penonton menjadi pekerjaan yang tidak sederhana.
“Setiap karakter dan konflik dirancang agar tetap terhubung dengan benang merah cerita utama sehingga mudah diikuti penonton dari episode ke episode, jadi itu tantangannya,” kata Asep.
Meski demikian, Asep menyebut suasana syuting berlangsung sangat hangat dan penuh canda tawa. Atmosfer positif yang tercipta di lokasi produksi dinilai berperan besar dalam membangun chemistry antarpemain sehingga komedi yang ditampilkan terasa lebih natural ketika hadir di layar kaca.
“Atmosfer tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu membangun chemistry antarpemain sehingga energi komedi yang muncul di layar terasa lebih natural dan dekat dengan penonton,” ujarnya.
Dibintangi Kenny Austin, Gisella Anastasia, Fajar Sadboy, Larasati Nugroho, Neneng Wulandari, dan Angbeen Rishi, “Tobat Jatuh Cinta” hadir sebagai perpaduan komedi, drama, dan kisah kehidupan yang akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan tim kreatif berpengalaman, para pemain lintas generasi, serta cerita yang mengedepankan kehangatan dan humor, RCTI berharap sinetron ini mampu menjadi hiburan baru yang dicintai pemirsa sekaligus melanjutkan tradisi panjang kesuksesan sinetron komedi komunal di Tanah Air. (san/*) #foto dok. mas










