TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kelestarian lingkungan. Ia menyebut kolaborasi berbasis skema Pentahelix—termasuk peran komunitas dan masyarakat—sebagai kunci menjaga lingkungan hidup.
Pernyataan itu disampaikan saat Andra meninjau River Front Edu Center Banksasuci di Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Kamis 27 November 2025.
“Pelestarian lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kerja sama Pentahelix menjadi keharusan. Kami mengapresiasi Banksasuci yang setiap hari melakukan jegat sampah, membersihkan sungai, serta menanam pohon di bantaran Cisadane,” ujar Andra.
Hal yang menarik perhatiannya adalah sistem pengolahan sampah Banksasuci. Sampah yang tertangkap waste trap tidak dibuang ke TPA, tetapi dipilah dan diolah di fasilitas TPS3R milik mereka.
“Kalau sampah dari sungai hanya dipindahkan ke TPA, itu bukan solusi. Banksasuci menerapkan ekonomi sirkular, termasuk mengolah sampah organik menjadi pupuk bagi pohon yang mereka tanam,” jelasnya.

Andra juga menilai edukasi perubahan perilaku yang dilakukan Banksasuci sangat strategis, mengingat perubahan kebiasaan masyarakat adalah tantangan terbesar dalam pelestarian lingkungan.
“Setiap pengunjung wajib naik perahu, bersihkan sampah, dan menanam pohon—saya juga. Jika hanya membersihkan sampah tanpa edukasi perubahan perilaku, persoalan tidak akan selesai. Banksasuci mengajarkan lewat aksi nyata sejak usia dini, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat,” kata Andra.
Ia menegaskan Pemprov Banten akan terus mendukung program Banksasuci serta komunitas lingkungan lainnya untuk mewujudkan Banten yang lestari.
“Ke depan kami akan melibatkan lebih banyak komunitas dan pegiat lingkungan dalam upaya pelestarian alam di Banten,” tutupnya.









