KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Sektor pariwisata dan budaya di Kota Tangerang terus menunjukkan tren positif, seiring komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemudahan investasi dan pertumbuhan usaha, khususnya di bidang kuliner.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengatakan geliat wisata kuliner menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pariwisata di daerah tersebut.
“Pertumbuhan sektor kuliner terus bermunculan, ini tidak lepas dari kebijakan Pemkot yang memberikan kemudahan dalam perizinan usaha,” ujar Boyke, Senin 13 April 2026.
Ia menjelaskan, kemudahan tersebut didukung regulasi yang jelas melalui Peraturan Daerah Nomor 40 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Sejak 2023, sistem perizinan juga telah terintegrasi dengan Online Single Submission sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, sehingga proses perizinan menjadi lebih cepat dan transparan.
Dampaknya terlihat dari peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata yang meliputi hotel, restoran, dan hiburan. Pada 2020, PAD sektor ini tercatat sebesar Rp182 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp528 miliar pada 2025. Angka tersebut berkontribusi sekitar 10 persen terhadap total APBD Kota Tangerang tahun 2025 yang mencapai Rp5,4 triliun.
Boyke menambahkan, sektor restoran menjadi penyumbang terbesar dalam PAD pariwisata. Salah satu kawasan yang menjadi magnet wisatawan adalah Pasar Lama Tangerang, yang dikenal sebagai pusat kuliner dengan beragam pilihan makanan khas dan selalu dipadati pengunjung.
Dengan tren pertumbuhan tersebut, Pemkot Tangerang optimistis sektor pariwisata, khususnya wisata kuliner, akan terus berkembang dan menjadi penopang utama ekonomi daerah ke depan.










