Guru Hebat, Indonesia Kuat

Guru mengajar di MTsN 1 Tangerang Selatan

Oleh: Ade Zaenudin

Nelson Mandela mengatakan, pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa anda gunakan untuk mengubah dunia. Lalu siapa sosok yang mampu memerankannya? Guru hebat jawabannya.

Bacaan Lainnya

Hebat terdiri dari lima huruf yang bisa kita urai dalam beberapa sifat yang sejatinya dimiliki oleh guru, yaitu: humble, earnest, brilliant, adaptive, thankful.

1. Humble (Rendah hati)

Guru adalah pelayan masyarakat di bidang pendidikan, di pundaknya terdapat beban tugas yang begitu besar, yaitu membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membangun karakter positif generasi bangsa.

Tingginya martabat guru bukan berarti menjadi pendorong sikap sombong atau merasa paling bisa di hadapan muridnya, layaknya ilmu padi, semakin tinggi ilmu dan kompetensinya, maka dia akan semakin tawadhu, sehingga akan tumbuh iklim belajar yang saling menghormati, saling menghargai satu sama lain, bukankah ini yang menjadi inti pembelajaran karakter?

Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ اللهُ
Artinya: Barang siapa yang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, maka Allah akan mengangkat (derajat) nya (di dunia dan akhirat). Dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.”

Guru hebat adalah guru yang mampu menahan diri dari sikap merasa paling hebat

2. Earnest (Sungguh-sungguh)

Guru merupakan arsitek generasi bangsa, bukan profesi biasa-biasa. Oleh karenanya, menjadi guru tidak boleh sekedar coba-coba, harus diawali dengan niat yang sungguh-sungguh serta dijalani dengan penuh kesungguhan, inilah sebabnya menjadi guru merupakan salah satu bentuk jihad fi Sabilillah.

Allah SWT berfirman dalam q.s. At Taubah ayat 122

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Artinya: Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.

Ayat tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa jihad di medan perang setara dengan jihad ilmu pengetahuan.

3. Brilliant (Cemerlang)

Seorang guru harus cemerlang yaitu memiliki ilmu, kompetensi dan strategi dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, karena disadari atau tidak, guru sesungguhnya sedang menyiapkan sumber daya manusia yang harus mampu bertahan dan bersaing di masa yang akan datang.

Syaikh aj-Jarnuzi dalam kitabnya Ta’lim Muta’alim mensyaratkan enam hal yang menjadi prasyarat berhasilnya pendidikan, lima hal diantaranya yang harus dimiliki murid yaitu kecerdasan, kesungguhan, kesabaran, biaya, dan lamanya waktu, sementara satu-satunya syarat yang harus dimiliki guru adalah kecerdasan.

Karenanya menjadi guru bukan alasan berhenti mencari ilmu.

4. Adaptive (Mudah beradaptasi)

Dunia terus berkembang seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Persaingan hidup semakin dinamis, dan Charles Darwin mengatakan bahwa pemenangnya bukanlah mereka yang lebih kuat tapi mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan itu sendiri.

Banyak sekali terjadi perubahan di dunia pendidikan, mulai dari pengembangan kurikulum, teknologi pembelajaran, metodologi bahkan substansi materi pembelajaran. Perkembangan teknologi menjadikan siapa yang lebih cepat beradaptasi maka dialah yang akan lebih berpotensi menjadi pemenangnya. Karenanya untuk menjaga marwah, seorang guru harus lebih adaptif dibanding muridnya sendiri, kalau tidak, apa kata dunia?

5. Thankful (Bersyukur)

Ilmu itu dari Allah SWT, mampu mentransfer ilmu juga merupakan kekuatan yang diberikan Allah SWT, dan mendapatkan ilmu adalah anugerah terindah dari Allah. Maka seorang guru patut untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT Sang Pemilik ilmu pengetahuan.

Sikap syukur menjadi penanda bahwa manusia dalam kondisi tidak berdaya, tidak punya apa-apa. Keberdayaan guru adalah adalah keberdayaan Yang Maha Kuasa, maka tidak ada alasan untuk kita menjadi jumawa.

Bersyukur merupakan sikap spiritualitas yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan dan ditancapkan dalam diri guru dan peserta didik.

Sikap syukur sejatinya terejawantah dalam optimalisasi kompetensi dan prestasi. Maka semakin bersyukur, Insya Allah dunia pendidikan semakin mujur.

Wallohu a’lam.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.