JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Penyanyi asal Jember, Jawa Timur, Icha Yang, memiliki perjalanan unik dalam membangun karier di industri musik. Berawal dari kegemarannya bernyanyi sejak usia tiga setengah tahun, Icha kini mampu membawa kiprahnya hingga ke panggung televisi Cina melalui musik Mandarin.
Kecintaan Icha terhadap dunia tarik suara sudah muncul ketika dirinya masih kecil. Saat tinggal di Jember, ia telah terbiasa bernyanyi dan kemudian mulai mengikuti berbagai perlombaan.
“Awalnya tertarik dunia nyanyi karena memang dari kecil sudah hobi nyanyi dari umur tiga setengah tahun sudah nyanyi dari Icha masih tinggal di Jember, jadi sudah hobi,” kata Icha Yang kepada wartawan.
Kebiasaan mengikuti kompetisi membuat Icha semakin terlatih. Sejak taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, ia aktif mengikuti berbagai lomba menyanyi dan berhasil mengoleksi sejumlah piala.
Bahkan ketika duduk di kelas 6 SD, Icha sudah merasakan pengalaman pertamanya mendapatkan bayaran sebagai penyanyi. Namun, perjalanan profesional tersebut belum bisa langsung dilanjutkan karena sang ibu meminta Icha tetap memprioritaskan sekolah.
“Kelas 6 SD sudah jadi penyanyi dan sudah dibayar pertama kali, hanya tidak dikasih izin mama jadi harus tetap sekolah karena masih anak-anak,” tuturnya.
Icha pun menjalani masa sekolah sambil tetap mempertahankan aktivitas bernyanyinya. Saat SMP, ia masih aktif mengikuti kompetisi, sebelum akhirnya memperoleh kesempatan lebih besar untuk tampil secara profesional ketika memasuki SMA.
Pada masa tersebut, Icha mulai menerima bayaran dari penampilannya sebagai penyanyi.
“Sudah dapat bayaran, sekali nyanyi dapat 250 ribu, lumayan,” ujar Icha.
Kariernya kemudian memasuki babak baru ketika Icha mendapatkan kesempatan membawakan lagu Mandarin. Tak disangka, musik tersebut justru menjadi salah satu jalur yang memperkuat identitasnya sebagai penyanyi.
Icha merasa karakter vokal dan penampilannya di atas panggung cocok dengan lagu berbahasa Mandarin.
“Pertama kali nyanyi lagu Mandarin, pertama kali dipercaya tampil menyanyikan lagu Mandarin ternyata cocok dengan karakter suara dan stage act,” tegasnya.
Kecocokan tersebut kemudian membuat Icha semakin serius menekuni musik Mandarin. Dari panggung-panggung di Indonesia, langkahnya berkembang hingga mendapatkan kesempatan tampil di televisi Cina.
Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana seorang penyanyi dapat menemukan ruangnya sendiri di tengah industri musik. Icha tidak hanya mengandalkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga membangun karakter melalui genre yang dianggap sesuai dengan dirinya.
Di balik perjalanan tersebut, keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan karier Icha. Sang ibu telah mendampingi dirinya sejak mengikuti perlombaan menyanyi ketika masih kecil.
Dukungan keluarga juga membuat Icha dapat terus mengembangkan bakatnya sembari menyelesaikan pendidikan formal. Setelah mendapat dukungan lebih besar untuk berkarier, Icha mulai memperluas pengalaman profesionalnya sebagai penyanyi.
Kini, musik Mandarin menjadi bagian penting dari perjalanan Icha Yang. Pilihan tersebut membuka kesempatan yang lebih besar hingga dirinya dapat tampil di industri hiburan Cina.
Perjalanan Icha dari Jember menuju panggung televisi Cina menjadi contoh bahwa karier seorang penyanyi dapat berkembang melalui proses yang panjang. Ketekunan sejak usia dini, keberanian menemukan karakter musik, serta dukungan keluarga menjadi bagian yang mengantarkannya menuju panggung yang lebih luas.
Bagi Icha, perjalanan bermusik yang dimulai sejak usia tiga setengah tahun tersebut kini telah membawanya melewati batas panggung Indonesia dan membuka peluang untuk dikenal di kancah internasional. (san/*) #foto dok. ig@ichachristy_official








