KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID —Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memfasilitasi keberangkatan 391 jemaah haji kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01) melalui Terminal 2F Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 22 April 2026 dini hari.
Sebanyak 391 jemaah yang terdiri dari 170 laki-laki dan 221 perempuan diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA7301 tujuan Madinah.
Pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 00.45 WIB dan diperkirakan tiba pada pukul 06.50 waktu setempat.
Rombongan jemaah tiba di Terminal 2F pada pukul 21.45 WIB setelah diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede menggunakan 10 armada bus dengan pengawalan petugas imigrasi dan kepolisian.
Setibanya di Terminal 2F, dilakukan pembukaan segel bus oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta bersama jajaran sebagai bagian dari prosedur keberangkatan, sebelum jemaah menjalani proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi melalui fasilitas layanan Makkah Route.
Melalui skema ini, pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di bandara soekarno-hatta, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre saat tiba di Arab Saudi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, menegaskan bahwa pelayanan keimigrasian bagi jemaah dilakukan secara proaktif dan terintegrasi.
“Pelayanan keimigrasian bagi jemaah kami lakukan secara proaktif, mulai dari penerbitan paspor, serta pemeriksaan Paspor dan peneraan tanda keluar yang kini dilaksanakan di asrama haji, sehingga jemaah tidak perlu lagi melalui pemeriksaan di bandara. Hal ini sejalan dengan semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’ sebagaimana arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan seamless,” ujar Galih melalui siaran, tertulisnya.
Ia menambahkan, layanan Makkah Route menjadi kunci dalam meningkatkan kenyamanan perjalanan ibadah jemaah.
“Melalui skema Makkah Route, proses clearance kedatangan di Arab Saudi telah diselesaikan di Indonesia. Setibanya di sana, jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa antrean”, lanjutnya.









