Inspektorat Kota Tangerang Luncurkan Aplikasi SAKTI, Jamin Kerahasiaan Pelapor Korupsi

TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Inspektorat, secara resmi meluncurkan fitur SAKTI (Sistem Aduan Kerahasiaan Terjamin untuk Integritas). Aplikasi ini hadir di dalam Super App Tangerang Live dan berfungsi sebagai jalur resmi bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi.

Peluncuran ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Inspektorat, Achmad Ricky Fauzan, pada Kamis, 11 November 2025.

Bacaan Lainnya

“Aplikasi ini sebenarnya mempertegas bahwa setiap laporan terkait masalah korupsi bisa dilaporkan melalui fitur WBS SAKTI yang ada di Tangerang Live. Setiap orang yang ingin melaporkan adanya korupsi bisa melalui fitur WBS SAKTI,” ujar Ricky.

Jaminan Kerahasiaan dan Bukti Awal
Ricky Fauzan secara tegas menjamin kerahasiaan identitas para pelapor. “Data pelapor terjamin. Identitasnya tidak akan muncul,” katanya.

Namun, ia juga menekankan pentingnya pelaporan yang disertai bukti-bukti awal.

“Diharapkan ada bukti-bukti awal yang mendukung, jadi tidak hanya laporan tanpa ada bukti sama sekali. Karena kita perlu bukti awal untuk mengecek setiap laporan yang masuk,” jelasnya.

Laporan yang terbukti memiliki indikasi korupsi akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan khusus dan dilaporkan kepada Wali Kota.

Upaya Pencegahan dan Penghargaan KPK
Peluncuran SAKTI merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Tangerang dalam mencegah korupsi. Upaya ini baru-baru ini mendapat pengakuan nasional dengan diraihnya penghargaan Juara 3 Nasional untuk pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Penghargaan itu menunjukkan bahwa dari sudut pemerintah daerah, kita dianggap berhasil melakukan pencegahan korupsi dalam tata kelola pemerintahannya,” kata Ricky Fauzan.

Inspektorat juga telah menempatkan PIC (Person In Charge) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai langkah proaktif pencegahan.

“Setiap PIC dari Inspektorat mengawal setiap kejadian di masing-masing OPD. Mereka (OPD) selalu konsultasi ke kami, misalnya, ‘ini boleh atau tidak’, tujuannya meminimalisir jangan sampai ada korupsi. Karena kadang korupsi itu bukan disengaja, tapi karena ketidaktahuan,” pungkas Ricky, menegaskan fokus Inspektorat pada edukasi dan pendampingan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.