Jangan Asal Fogging, Pastikan Ada Jentik Nyamuk Aedes Aegypti

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dr. Dini Anggraeni. Foto : Fajrin
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dr. Dini Anggraeni. Foto : Fajrin
Fogging itu hanya mengusir nyamuk dewasa, mungkin efektif saat itu tapi tiga hari kemudian jentik nyamuk tumbuh dewasa. Fogging juga kan pestisida dan berbahaya jika takarannya tidak tepat

KOTA TANGERANG, LENSA BANTEN. CO. ID – Dinas kesehatan kota Tangerang tidak menganjurkan warga melakukan fogging tanpa memastikan dulu adanya jentik nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini karena fogging juga mengandung zat pestisida yang berbahaya bagi manusia.

Kepala Dinas Kesehatan kota Tangerang Dr. Dini Anggraeni menuturkan bahwasannya warga harus lebih sadar terhadap kebersihan di lingkungannya dengan menguatkan 4M dimulai dengan menguras bak mandi dan wadah penampungan air secara rutin, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, dan memantau jentik nyamuk.

Bacaan Lainnya

“Fogging itu hanya mengusir nyamuk dewasa, mungkin efektif saat itu tapi tiga hari kemudian jentik nyamuk tumbuh dewasa. Fogging juga kan pestisida dan berbahaya jika takarannya tidak tepat dan nyamuknya bisa kebal, ” Ujar Dini kepada Lensa banten, Rabu, 8 Mei 2024.

Ia pun menilai efektifitas fogging tergantung kondisi. Jika memang disatu tempat ditemui banyak kasus dan telah diketahui banyak jentik nyamuk maka bisa dilakukan.

“Dipastikan dulu kalau jentik nyamuknya ada disitu. Maka jika ada laporan kader akan mengecek dulu apakah betul ditemukan jentik disitu, ” Katanya.

Dini pun menekankan untuk memastikan jika tidak ada jentik nyamuk maka bisa jadi warga tidak terkena disitu namun ditempat lain.

“Jadi jangan sampai fogging itu tidak efektif, jika ditemukan jentik ya semprot sampai 200 meter karena nyamuk kemampuan terbangnya hanya 200 meter, ” Pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.