KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Suasana meriah mewarnai kawasan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, dalam perayaan Festival Budaya Petjoen Go Gwe Ce Go Koet Goan Bio, yang digelar mulai 27 hingga 31 Mei 2025.
Ratusan pengunjung memadati area sekitar Vihara Koet Goan Bio untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Tionghoa.
Festival ini menjadi salah satu ikon budaya yang digelar rutin setiap tahun pada bulan kelima dalam penanggalan Imlek. Perayaan tersebut tidak hanya menyajikan hiburan budaya, tetapi juga mengandung makna spiritual dan simbolik yang kuat, terutama terkait ritual penghormatan kepada leluhur dan simbol perahu Petjoen yang dimandikan di sungai.
Ketua Panitia, Thomas Sugiarto, menjelaskan bahwa acara ini telah menjadi tradisi penting tidak hanya di Kota Tangerang, tetapi juga dikenal secara internasional.
“Pada maknanya kita adakan acara budaya Go Gwe Ce Go ini setiap satu tahun, sehingga menjadi suatu tradisi di Kota Tangerang, bahkan satu dunia juga,” ujarnya kepada Lensa Banten pada Kamis, 29 Mei 2025.
Thomas juga menegaskan bahwa lokasi pelaksanaan festival memiliki nilai simbolis karena berdekatan dengan sungai besar, seperti Sungai Cisadane.
“Di Kota Tangerang sendiri kita merayakan perahu Petjoen, perayaan ini dinobatkan diadakan setiap tanggal bulan 5 dalam penanggalan Imlek dan diadakan di tempat yang mempunyai sungai besar,” tambahnya.
Rangkaian Acara Festival
– 27–31 Mei 2025: Bazar UMKM menampilkan produk-produk lokal dari pelaku usaha kecil dan menengah.
– 28 Mei 2025: Atraksi Liong dan Barongsai menghadirkan aksi akrobatik yang memukau penonton.
– 29 Mei 2025: Pertunjukan Gambang Kromong, perpaduan budaya Betawi dan Tionghoa.
– 30 Mei 2025, Pukul 00.00 WIB: Ritual Pemandian Perahu Papak Bio Mpe Petjoen, prosesi spiritual yang menjadi puncak acara.
– 31 Mei 2025: Pertunjukan Tarian Lenong, seni panggung tradisional khas Betawi sebagai penutup festival.
Pengunjung yang hadir mengaku senang dan bangga bisa menyaksikan langsung kekayaan budaya yang ditampilkan dalam festival ini.
“Saya datang bersama keluarga, dan ini pertama kalinya melihat ritual Petjoen secara langsung. Acaranya sangat unik dan membuat saya lebih mengenal budaya Tionghoa,” ujar Rico Wijaya, salah satu pengunjung asal Kecamatan Cibodas.
Festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol kerukunan antarbudaya di tengah masyarakat yang majemuk. Keberagaman etnis dan keyakinan yang menyatu dalam semangat tradisi menjadikan acara ini sebagai salah satu ikon toleransi di Kota Tangerang.
Budaya Petjoen Go Gwe Ce Go Koet Goan Bio bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga harmoni, melestarikan tradisi, dan memperkuat kebersamaan dalam keberagaman.










