KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Warga Karang Tengah, Kota Tangerang, mengeluhkan kebocoran limbah sisa makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Karang Mulya. Kebocoran tersebut membuat bau menyengat dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Warga sekitar, Ainin, mengatakan kebocoran sudah terjadi sejak 22 Oktober lalu. Ia menyebut laporan sudah beberapa kali disampaikan, namun belum mendapat penanganan cepat dari pihak terkait.
“Limbah yang bocor itu sebenarnya dari tanggal 22 Oktober. Kita sudah lapor sampai 10 kali, tapi dari sana cuma iya-iya aja, enggak ada penanganan lanjut,” ujar Ainin saat dikonfirmasi Lensa Banten di lokasi pada Minggu sore, 9 November 2025.
Menurutnya, pihak SPPG baru melakukan perbaikan pada 5 November. Namun perbaikan tersebut dilakukan dari dalam saluran sehingga kebocoran masih berlanjut.
“Dibenarinnya dari dalam, bukan dari luar. Jadinya masih bocor, air limbah tetap ngalir ke permukiman,” katanya.
BACA JUGA : Kota Tangerang Siap Jadi Teladan Nasional, KLH Targetkan Pasar Anyar Bebas Sampah 2029!
Ainin menambahkan, limbah yang bocor menyebabkan bau tak sedap di lingkungan warga. Limbah tersebut mengalir hingga ke halaman dan area sekitar rumah penduduk.
“Bau banget, soalnya limbahnya dari makanan. Itu ngalir sampai ke area rumah warga,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, keluarganya dan beberapa warga lain sudah berulang kali melapor langsung ke lokasi SPPG. Namun respon yang diterima hanya sebatas janji penanganan tanpa tindakan nyata.
“Om saya sampai datang ke sana langsung. Tapi ya cuma dilihat aja, enggak ditangani dengan benar,” tutur Ainin.

Ainin menduga pihak kelurahan baru bergerak setelah kejadian itu viral di media sosial. Sebelum viral, warga juga sempat melapor ke ketua RT dan diteruskan ke pihak kelurahan.
BACA JUGA : Java Jazz Festival 2026 Siap Guncang NICE PIK 2: Musik, Evolusi, dan Semangat Dua Dekade
“Mungkin karena viral baru ditangani. Soalnya setelah sore viral, malamnya lurah langsung datang ke sini,” ujarnya.
Pihak kelurahan bersama perwakilan MBG datang ke lokasi pada malam hari. Mereka kemudian melakukan perbaikan saluran limbah yang bocor.
“Lurahnya langsung datang. Katanya nanti pihak MBG juga bakal datang, dan memang datang jam 1 malam,” tambahnya.
Sebelumnya, warga sempat berencana memperbaiki sendiri saluran yang bocor. Namun setelah pihak kelurahan dan MBG turun tangan, warga memilih menyerahkan penanganan sepenuhnya.
“Kita tadinya mau benerin sendiri. Tapi karena sudah ditangani kelurahan dan MBG, ya sudah, kita enggak ikut campur lagi,” kata Ainin.
BACA JUGA : Aksi Nekat! Kabel Penerangan Tol Dicuri di Kunciran, Satu Pelaku Tertangkap
Saat ini, perbaikan sudah dilakukan oleh pihak MBG. Meski demikian, warga masih menunggu uji coba untuk memastikan kebocoran sudah benar-benar tertangani.
“Udah dirapihin, tapi belum dites. Karena hari Minggu, mungkin besok baru dicek lagi,” jelasnya.
Ainin berharap kejadian serupa tidak terulang dan pihak SPPG lebih cepat merespons keluhan masyarakat. Ia juga meminta agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar kebocoran tidak kembali terjadi.
“Harapannya pihak setempat lebih responsif. Dan semoga dibenarkan secara sempurna supaya enggak bocor lagi,” tutupnya.









