PANDEGLANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kekeringan telah melanda setengah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengakibatkan dampak serius bagi masyarakat setempat. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang menunjukkan bahwa kekeringan saat ini terjadi di 26 dari total 35 kecamatan di kabupaten tersebut, yang memengaruhi 94 desa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Pandeglang, Lilis Sulistiati, mengungkapkan bahwa meskipun kekeringan semakin meluas, pemerintah kabupaten belum menerapkan status darurat. Saat ini, tim asesmen dari BPBD-PK Pandeglang sedang bekerja di lapangan untuk mengevaluasi situasi.
“Kami sedang mengirimkan tim survei ke lapangan untuk melakukan asesmen. Setelah mendapatkan data dari lapangan, kami akan memutuskan apakah akan mengumumkan status siaga atau tidak,” jelasnya, Rabu 27 September 2023.
Lilis menjelaskan bahwa daerah yang paling parah terdampak oleh kekeringan terletak di bagian selatan Pandeglang, termasuk Kecamatan Patia, Sobang, Sukaresmi, dan sekitarnya. Total jumlah penduduk yang terdampak mencapai 17.839 jiwa.
“Jumlah penduduk yang terdampak mencapai 17.839 jiwa,” tambahnya.
BPBD-PK Pandeglang telah berupaya menyediakan pasokan air bersih kepada warga yang terdampak setiap harinya. Diperkirakan dalam sehari, pemerintah Pandeglang membutuhkan sekitar 27 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
“Ini adalah upaya kami untuk mengatasi situasi darurat ini. Dalam sehari, kami mengirimkan sekitar 27 ribu liter air bersih kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.
Kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Pandeglang menjadi masalah serius, dan pemerintah setempat berupaya keras untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Semoga situasi ini segera membaik dan masyarakat dapat kembali mendapatkan akses yang memadai terhadap air bersih.









