KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang terus mematangkan langkah strategis guna mengoptimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sisa semester kedua tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk mengejar target penerimaan BAZNAS Kota Tangerang yang dipatok sebesar Rp 23 miliar hingga akhir tahun.
Wakil Ketua BAZNAS Kota Tangerang Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan sekaligus Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Danni Budianto menyampaikan, capaian pengumpulan ZIS pada semester pertama telah menyentuh angka sekitar Rp 16 miliar.
Guna menutup sisa target sekitar 30 persen atau setara Rp 7 miliar, pihaknya mematok target pengumpulan bulanan secara konsisten hingga Desember mendatang.
“Dalam enam bulan ke depan, insyaAllah BAZNAS Kota Tangerang tetap berjalan sesuai perencanaan yang ada. Kami menargetkan sekitar Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar per bulan. Dengan begitu, sisa target 30 persen dapat terealisasi sampai bulan Desember,” ujar Danni saat ditemui di aula gedung MUI Kota Tangerang Rabu 23 Juli 2026.
Optimalisasi Potensi ZIS ASN
Danni menjelaskan, salah satu fokus utama dalam menggenjot penerimaan ZIS adalah mengalap potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tangerang. Sektor ASN dinilai sebagai captive market yang sangat potensial karena basis pembayarnya sudah jelas dan terukur.
Saat ini, partisipasi ASN Kota Tangerang dalam menyalurkan ZIS melalui BAZNAS baru mencapai kisaran 40 persen. Untuk memaksimalkannya, BAZNAS Kota Tangerang tengah mengikhtiarkan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwal) atau minimal Instruksi Wali Kota terkait dorongan pengumpulan ZIS ASN.
“Jika Perwal atau Instruksi Wali Kota ini sudah terbit, kami meyakini pengumpulan ZIS dari ASN akan semakin menggeliat dan berpotensi melonjak hingga 70 sampai 80 persen,” tegasnya.
Selain mengandalkan sektor ASN, BAZNAS Kota Tangerang juga bergerak lebih agresif sesuai arahan Wali Kota Tangerang. Pihaknya kini mulai menyasar potensi fundraising dari sektor swasta, korporasi, serta berbagai lembaga yang beroperasi di wilayah Kota Tangerang.
Terapkan Sistem Mutu dan Standar Nasional
Tingginya optimisme BAZNAS Kota Tangerang selaras dengan performa tata kelola lembaga yang diakui secara nasional. Berdasarkan rilis resmi BAZNAS RI pada Maret 2026, BAZNAS Kota Tangerang meraih skor Indeks Zakat Nasional (IZN) sebesar 8,7. Angka ini menempatkan BAZNAS Kota Tangerang sebagai yang terbaik di Provinsi Banten sekaligus berada di peringkat kedua secara nasional.
Danni mengungkapkan, salah satu faktor penentu lompatan nilai IZN tersebut adalah konsistensi BAZNAS Kota Tangerang dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 sejak dua tahun lalu.
“Penerapan ISO 9001:2015 berdampak langsung pada kedisiplinan prosedur, transparansi, serta ketepatan waktu pelaporan keuangan. Ditambah lagi, seluruh amil tetap kami telah mengantongi sertifikasi amil berstandar nasional dari BAZNAS RI dan BNSP,” jelasnya.
Penilaian IZN sendiri mencakup indikator makro dan mikro, seperti kepatuhan pada regulasi Peraturan Pemerintah maupun Perbaznas, efektivitas tata kelola, hingga kompetensi SDM pengelola zakat.
Berkat pembenahan internal yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Tangerang pun sukses memboyong penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional.









