BAZNAS Kota Tangerang Catat Pengumpulan ZIS Rp16,5 Miliar pada Semester I 2026, Indeks Zakat Tertinggi di Banten

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp16,5 miliar sepanjang Semester I 2026 atau 70 persen dari target tahunan Rp23,7 miliar. Pada saat yang sama, Kota Tangerang mencatatkan skor Indeks Zakat Nasional (IZN) 8,7, tertinggi di Provinsi Banten dan peringkat kedua secara nasional.

Wakil Ketua BAZNAS Kota Tangerang Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan sekaligus Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Danni Budianto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari target kinerja yang telah ditetapkan melalui rapat koordinasi BAZNAS tingkat provinsi maupun nasional.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, target tersebut menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan kinerja seluruh unit organisasi BAZNAS Kota Tangerang.

Danni memaparkan tren penghimpunan zakat di Kota Tangerang terus meningkat sejak kepengurusan periode 2022-2027. Pada 2021, penerimaan zakat, infak, dan sedekah tercatat sekitar Rp6,1 miliar.

Angka itu meningkat menjadi Rp7,6 miliar pada 2022, melonjak menjadi Rp17,8 miliar pada 2023, kemudian Rp18,1 miliar pada 2024, dan mencapai Rp22,1 miliar pada 2025. Tahun ini, BAZNAS menargetkan penghimpunan sebesar Rp23,7 miliar.

Sementara dari sisi penyaluran, dana zakat yang disalurkan juga mengalami peningkatan. Pada 2025, nilai penyaluran mencapai Rp17,02 miliar setelah sebelumnya berada di kisaran Rp17,4 miliar pada 2024.

Menurut Danni, mulai 2026 pengelolaan zakat juga mendapat penguatan melalui integrasi Indeks Zakat Nasional (IZN) ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri oleh Bappenas. Integrasi tersebut memungkinkan data zakat digunakan sebagai salah satu indikator hasil pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Hasil pengukuran IZN yang dipublikasikan pada Maret 2026 menunjukkan Kota Tangerang memperoleh skor 8,7 dengan kategori sustainable. Nilai ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten dan peringkat kedua secara nasional,” kata Danni dalam public expose di aula MUI kota Tangerang, Rabu 22 Juli 2026.

Selain penghimpunan yang tercatat dalam neraca (on balance sheet) sebesar Rp16,5 miliar, BAZNAS Kota Tangerang juga membukukan penghimpunan di luar neraca (off balance sheet) sebesar Rp251,3 miliar atau melampaui target Rp250 miliar yang ditetapkan BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS RI.

Dari total penghimpunan dalam neraca, zakat fitrah menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp7,8 miliar, disusul zakat aparatur sipil negara (ASN) Rp2,2 miliar dan zakat non-ASN Rp1,1 miliar.

Sementara penerimaan infak mencapai Rp3,9 miliar, yang sebagian besar berasal dari infak kemanusiaan untuk Palestina dan bantuan bencana di Sumatra senilai sekitar Rp2,4 miliar.

Pada Semester I 2026, rasio efektivitas penyaluran atau Allocation to Collection Ratio (ACR) BAZNAS Kota Tangerang mencapai 89,9 persen, melampaui standar kategori baik yang berada di atas 80 persen. Total dana yang telah disalurkan mencapai Rp14,9 miliar kepada 35.987 mustahik melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan.

Dari sisi tata kelola, BAZNAS Kota Tangerang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangannya. Lembaga tersebut juga berhasil mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, sementara seluruh amil tetap telah mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sepanjang 2025, BAZNAS Kota Tangerang juga memperoleh tujuh penghargaan dari BAZNAS RI dalam Rapat Koordinasi Nasional sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan zakat.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Menurut dia, peningkatan kinerja BAZNAS Kota Tangerang merupakan prestasi yang patut diapresiasi, terlebih di tengah kehidupan perkotaan yang dinilai semakin konsumtif.

“Capaian ini luar biasa. Kota Tangerang mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk berzakat. Nilai Indeks Zakat Nasional yang menjadi tertinggi di Banten dan kedua secara nasional menunjukkan lompatan prestasi yang sangat baik,” ujarnya.

Meski demikian, Wawan mendorong agar keberhasilan tersebut semakin luas diketahui publik melalui publikasi yang lebih masif di berbagai media, termasuk media pemerintah daerah dan kanal informasi lainnya, sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Banten.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.