KH Baijuri Khotib Kembali Pimpin MUI Kota Tangerang, Siap Hidupkan Gerakan Anti Narkoba

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang kembali menetapkan KH Baijuri Khotib sebagai ketua untuk masa khidmat 2025–2030. Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII MUI Kota Tangerang yang berlangsung di Hotel Grand Ussu, Bogor, pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah 11 formatur yang mewakili berbagai unsur umat Islam di Kota Tangerang. Sistem ini dijalankan mengikuti pola MUI Pusat sesuai ketentuan organisasi.

Bacaan Lainnya

“Ke depan, kami akan segera menggelar rapat kerja untuk menindaklanjuti amanat Musda hari ini,” ujar KH Baijuri Khotib seusai terpilih kembali.

Dalam pidatonya, KH Baijuri menegaskan komitmen MUI untuk memperkuat pembinaan umat, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius.

“Kami berkomitmen menghidupkan kembali sejumlah program yang belum optimal, termasuk gerakan pemberantasan narkoba yang menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

BACA JUGA : Dua Juta Warga Indonesia Alami Gangguan Mental, Wamenkes: Ini Masalah Serius!

Salah satu program yang akan kembali digalakkan adalah Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar MUI). Program ini sebelumnya belum berjalan maksimal dan kini akan menjadi prioritas utama kepengurusan periode baru.

Musda VII MUI Kota Tangerang dihadiri oleh para ulama, pimpinan ormas Islam, serta tokoh masyarakat. Forum lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program dan merumuskan arah kebijakan dakwah serta pembinaan keumatan lima tahun ke depan.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan memperkuat peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Lembaga ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun moral, spiritual, dan ketahanan sosial masyarakat.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya dilihat dari aspek fisik semata. Menurutnya, nilai spiritual dan keimanan warga juga menjadi pondasi penting kemajuan daerah.

“Kami terus menghadirkan fasilitas publik, sekolah, dan layanan kesehatan. Namun semua itu akan lengkap ketika ulama hadir, mengisi ruang-ruang spiritual, dan menjadi oase ilmu serta penyejuk hati bagi warga. Kehadiran MUI bukan hanya menuntun umat dalam keimanan, tetapi juga menyejukkan hati di tengah bisingnya informasi dan tantangan akhlak generasi muda,” tutur Sachrudin.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menambahkan bahwa kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan ulama sangat penting untuk memperkuat dakwah dan meningkatkan kualitas moral warga. Ia menilai sinergi tersebut akan membawa keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual.

“Kolaborasi antara Pemkot dan ulama insya Allah akan memperkuat dakwah yang menyejukkan, menumbuhkan akhlak mulia, dan mendorong kemandirian ekonomi warga. Dengan dukungan MUI, pembangunan kota tidak hanya terlihat dari gedung dan fasilitas, tapi juga terasa dari kualitas iman dan akhlak masyarakat,” jelas Maryono.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah kota akan terus membuka ruang kerja sama dengan MUI dalam bidang pendidikan agama dan penguatan kerukunan antarumat beragama. Kolaborasi ini menjadi penting mengingat karakter Kota Tangerang yang multikultural.

“Bersama ulama, kami ingin menjadikan Kota Tangerang bukan hanya maju secara fisik, tapi juga kuat secara spiritual,” tutup Maryono.

Dengan terpilihnya kembali KH Baijuri Khotib, MUI Kota Tangerang diharapkan semakin solid dan progresif dalam menjalankan peran keagamaan. Lembaga ini tidak hanya menjadi penjaga moral dan penerbit fatwa, tetapi juga penggerak perubahan sosial yang menghadirkan dakwah sejuk, solutif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.