Ahmad Syailendra (Pengamat Politik)
Konstelasi Politik pemilihan kepala daerah serentak 2024 semakin hari semakin menarik, partai politik dan koalisi partai politik menjelang tahapan pendaftaran pasangan calon tanggal 27-29 Agustus 2024.
Sangat terasa angin yang berhembus sangat kencang sekali, dominasi elite partai politik di Tingkat pusat dalam menentukan siapa yang akan di usung sebagai calon kepala daerah.
Di beberapa daerah ada Tarik menarik atas tokoh yang akan di usung oleh partai-partai besar, seperti jawa barat, DKI Banten.
Wilayah-wilayah strategis menjadi target utama dalam dinamika politik yang terjadi sekarang, sebagai bentuk control atas daerah-daerah strategis untuk pemilihan umum lima tahun yang akan datang.
Menarik di Simak adalah ramainya pemberitaan mundurnya ketua umum partai golkar Airlangga hartarto yang sukses mengantarkan partai golkar meninggi dan rimbun dalam hal perolehan kursi di parlemen Tingkat nasional dan daerah.
PPP, PKB sudah menentukan arah koalisinya dengan KIM Plus, bertemunya para Ketum dengan Presiden terpilih, menandakan arah koalisi akan turun sampai ke bawah (Pilkada serentak 2024).
Keluarnya rekomendasi PKB untuk pasangan Maesyal Rasyid dan Intan untuk calon Bupati dan wakil bupati Tangerang, sangat jelas bahwa PKB akan Bersiap Bersama Koaliasi KIM Plus, meluruskan niatnya untuk Bersama membangun koalisi untuk energi baru di banyak daerah.
Bagaimana dengan Perhelatan Pilkada provinsi banten, apakah akan mengikuti suasana kebatinan koalisi yang di bentuk di elite? Banyak yang mengatakan akan terbentuk koalisi Merah kuning, namun melihat dinamika dan konstelasi politik akhir-akhir ini.
Koalisi ini akan sulit terbentuk, mengingat statuta Golkar masih menjadi partai Penguasa yang kemudian akan terjadi pergeseran ketua umum baru pasca munas 20-21 agustus 2024.
Menjamin keberlangsungan kekuasaan golkar di banten sepertinya berada di “tepian jurang”, meskipun kecil harapan tersebut ada.
Kemungkinan akan fenomena kotak kosong akan terjadi di banyak daerah, bahkan menyasar pada pemilihan kepala daerah Gubernur dan wakil gubernur yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Elektabilitas Vs Koalisi Gemuk
Meskipun elektabilitas masih menjadi dasar bagi partai politik untuk memberikan rekomendasi kepada bakal pasangan calon untuk dapat di majukan sebagai calon kepala daerah, akan tetapi di beberapa daerah keterpilihan akan di lawan dengan koalisi gemuk.
Dinamika ini akan terjadi di pilkada banten dan beberapa 8 daerah kabupaten Kota, KIM Plus yang berubah wujud menyasar untuk menampilkan energi baru atas kekuasaan di daerah.
Seperti halnya dalam pilpres 14 februari yang lalu 2024, di Bali sebagai basis PDI-P Dimana kadernya Ganjar Pranowo dalam beberapa survey selalu leading di antara paslon lainnya, namun saat pelaksanaannya, berubah signifikan, bahwa pasangan Prabowo Gibran mengalahkan Ganjar Mahfud, bali sebagai basis Merah.
Anomaly tersebut bisa saja kemungkinan terjadi saat pilkada 27 November 2024, seperti halnya jawa Tengah pun sama kejadiannya seperi Bali.
Proses perjalanan politik nasional kemarin patut di perhatikan bagi para politisi di daerah, agar tidak terjebak dalam kubangan yang salah, tidak sia-sia dalam perjalanan perjuangannya.
Fenomena kotak kosong sangat besar terjadi di pilkada serentak 2024, namun Kembali pemain pentingnya di pilkada adalah Golkar, siapa yang akan menggawangi Partai yang sangat rimbun pada pemilu nasional 2024, sangat menentukan.
Kalkulasi politik golkar akan banyak mengalah di beberapa daerah, bisa saja terjadi di banten dan beberapa wilayah. Jabar sebagai bukti mengalahnya golkar dengan koalisi KIM plus, hingga bertukar tempat di Jakarta.
Menarik di cermati sirkulasi udara politik lokal 2024 kali ini sangat berbeda, karena banyak tarikan nafasnya tersengal-sengal, ada yang tarikan nafasnya lancar dan dikatakan sehat sesuai dengan ketentuan medis.
Untuk mengatur ritme pernafasan bisa sesuai arahan dan ketentuan medis, maka ikuti program dan arahan dari dokter spesialis agar dapat resep dan panduan yang jelas serta tidak membingungkan, yang dapat membuat sirkulasi udara menjadi buruk.









