KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID— Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi menggelar pelatihan seni marawis sebagai bentuk komitmen nyata dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Islami di Kota Tangerang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut digelar di Gedung Seni Budaya Kota Tangerang dan dijadwalkan berlangsung hingga Rabu, 20 Mei 2026.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Tangerang, Supendi, menyatakan bahwa marawis merupakan kesenian Islami yang unik dan memiliki nilai filosofis tinggi. Menurutnya, kesenian ini tidak hanya menuntut keterampilan individu, melainkan juga kerja tim yang solid.
“Marawis ini seni Islami yang unik dan memerlukan kekompakan. Tidak saja melatih keterampilan, tetapi juga kerja sama,” ujar Supendi saat membuka acara di Gedung Seni Budaya, Senin 18 Mei 2026.
Supendi menjelaskan, pelatihan yang diikuti oleh 42 peserta aktif dari berbagai sanggar marawis di Kota Tangerang ini difasilitasi secara gratis dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.
Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap para peserta dapat meningkatkan kapasitasnya menuju jenjang profesional.
“Tentu harapan kami nanti kalian semakin profesional dalam bermain marawis. Belajarlah secara optimal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Supendi menekankan pentingnya multiplikasi ilmu. Ia berharap para peserta yang telah mendapatkan pembekalan mampu menularkan wawasan dan keterampilannya kepada anggota komunitas lain di wilayah masing-masing.

Pendataan Komunitas dan Rencana Festival
Sebagai langkah keberlanjutan, Disbudpar Kota Tangerang akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap sanggar atau komunitas yang terlibat setelah pelatihan usai. Langkah ini diambil untuk melakukan mapping atau pemetaan penyebarluasan komunitas marawis di Kota Tangerang.
Tak hanya sampai di situ, Pemkot Tangerang juga melemparkan sinyal positif terkait gairah kompetisi seni Islami ini di masa mendatang.
“Kedepan, Disbudpar direncanakan akan menyelenggarakan Festival Marawis. InsyaAllah bisa di tahun ini terselenggara,” ungkap Supendi optimis.
Tiga Aspek Utama Pelatihan Marawis
Sementara itu, narasumber dari Sanggar Seni Musik Islami Al Istikhori, Andriansyah, memaparkan bahwa materi pelatihan selama tiga hari ini akan difokuskan pada tiga pilar utama yang menjadi ruh dari kesenian marawis.
“Kami membagi ke dalam tiga aspek materi utama. Yang pertama adalah bidang vokalis, kedua bidang aransemen atau pukulan, dan yang ketiga adalah bidang penampilan (performance) atau gerakan-gerakan khas marawis,” kata Andriansyah.
Menurut Andriansyah, ketiga unsur tersebut merupakan fondasi paling esensial dalam mementaskan seni marawis yang harmonis dan menarik.
Melihat peta perkembangan marawis di Kota Tangerang, Andriansyah menyebut antusiasme masyarakat dan penggiat seni ini sangat luar biasa. Berdasarkan data internal yang dimilikinya, potensi sektor ini tumbuh sangat subur.
“Kalau yang terdata di kita, perkumpulan bidang marawis itu kurang lebih ada sekitar 130 tim yang berada di Kota Tangerang. Ini baru yang terdata. Di wilayah kecamatan-kecamatan lain sepertinya masih banyak banget yang belum bisa kita data keseluruhannya,” pungkas Andriansyah.









