Kopi Senja Festival Al Azhom Hadirkan Inspirasi Difabel Produktif, Baznas Siapkan Dukungan Usaha

Kopi Senja Festival Al Azhom Hadirkan Inspirasi Difabel Produktif, Baznas Siapkan Dukungan Usaha
Kopi Senja Festival Al Azhom Hadirkan Inspirasi Difabel Produktif, Baznas Siapkan Dukungan Usaha

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang menggelar talkshow bertajuk Kopi Senja dalam mengisi kegiatan di Festival Al Azhom ke-13, Kota Tangerang, Banten, Jumat 19 Juni 2026.

Talkshow yang digelar setiap sore hari menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai kalangan masyarakat. Kali ini dari teman-teman disabilitas yang produktif berwirausaha ditengah keterbatasannya.

Bacaan Lainnya

Drs. Danni Budianto Saragih, MCL adalah Wakil Ketua II dan IV Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Tangerang menuturkan pada sesi acara Kopi Senja kali ini berkolaborasi dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) Kota Tangerang.

“Lewat Kopi Senja ini kami ingin terjadi sharing atau berbagi inspirasi dari adik-adik difabel bagi pengunjung yang ada di Festival Al Azhom,”ujar Danni.

Ia melanjutkan, Baznas memiliki perhatian bagi teman-teman difabel di kota Tangerang dalam bentuk pemberian bantuan usaha.

“Kami berikan modal usaha untuk teh hijau, dan juga beberapa bantuan lainnya. Kedepan nanti dengan temen-temen difabel bisa terealisasi program pijat sehat dengan difabel,”katanya.

Lebih jauh Danni berharap nantinya difabel ini terangkat tidak hanya menjadi mustahik namun bisa menjadi muzaki.

Sementara itu, Program Manajer YDMI Muhamad Syukur menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Baznas Kota Tangerang yang selama ini terjalin. Pihaknya juga terus mendorong ruang inklusi bagi para difabel.

 

 Festival Al Azhom ke-13
Para Difabel saat memproduksi sabun cuci piring di rumah produksi. foto : Ist

“Kami di YDMI mendorong inklusi, kami sudah bentuk kelompok tingkat disabilitas hingga di Kelurahan yang sudah terbentuk di Kelurahan Karawaci Baru dan Sukasari,”ujarnya.

Syukur menyampaikan pihaknya sudah membentuk kewirausahaan bagi para difabel yang saat ini telah terwujud wirausaha membuat sabun cuci piring, cuci tangan dan mebuat es teh.

“Bantuan dari Baznas sudah kami belanjakan untuk mewujudkan usaha es teh, kami ingin para difabel ini muncul keberanian kemandirian dan kepercayaan diri para difabel di tengah-tengah masyarakat,”katanya.

Pemasaran produk sabun cuci piring dan cuci tangan saat ini kata Syukur masih belum masif karena masih bergantung pada permintaan pasar. Sementara untuk berdagang es teh, pihaknya masih terkendala tempat meski sudah sempat berjuajalan di sekitar wilayah Kali Pasir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.