KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemilihan kepala daerah Kabupaten Tangerang penuh dinamika. Mad Romli yang maju menjadi bakal calon Bupati Tangerang tidak meraih dukungan penuh dari partai Golkar, meskipun dirinya sebagai kader.
Kondisi tersebut tentu membuat publik bertanya, hal apakah yang membuat Golkar tidak mendukung Mad Romli menjadi calon Bupati Tangerang.
“Kemunculan nama Moch. Maesyal Rasyid pada tubuh Golkar itu menunjukan bahwa DPP Golkar sendiri tidak yakin terhadap popularitas dan elektabilitas Mad Romli sendiri di Kabupaten Tangerang,” kata Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Adib Miftahul beberapa waktu lalu.
Ketidakpercayaan ini tidak hanya datang dari Golkar. Mad Romli juga sempat hadir dalam penjaringan calon bupati oleh Partai Nasdem. Namun, insiden saat itu (Rabu, 15/Mei/2024) yang terjadi pada proses penjaringan semakin memperkuat kesan negatif terhadap dirinya.
Bukannya menghadapi audiens dan memaparkan visi serta misinya, Mad Romli justru memilih meninggalkan lokasi secara tiba-tiba yang kabarnya kabur melalui pintu belakang.
Tindakan ini bukan hanya mencoreng citranya di hadapan Nasdem, tetapi juga memperlihatkan kurangnya keberanian dan komitmen untuk memimpin Kabupaten Tangerang.
“padahal sudah kita siapkan gelaran ini, selama dua hari dan ini berbiaya loh tidak gratis. Mereka tinggal datang doang, tinggal tampil sampaikan gagasan. Alasanya apa dia tidak datang, saya gak paham.” kata Ketua Tim Penjaringan, DPW Nasdem Banten, Furtasan Ali Yusuf.
Ahmed Zaki Iskandar pun Tidak Mendukung Mad Romli
Selain itu, mantan Bupati Tangerang yang dulunya berpasangan dengan Mad Romli, juga tidak memberikan dukungan kepadanya.
Sebagai Wakil Bupati, Mad Romli seharusnya memiliki hubungan politik yang kuat dengan Zaki. Namun, Zaki justru lebih memilih mendukung Maesyal Rasyid, mantan Sekretaris Daerah yang memiliki pengalaman 41 tahun di pemerintahan.
Pilihan ini memperlihatkan bahwa Zaki, yang tentunya memahami dinamika pemerintahan daerah, lebih mempercayakan masa depan Tangerang kepada sosok yang lebih berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang jelas.
“Tentu saja perjalanan panjang 41 tahun mengabdi di Pemerintah Kabupaten Tangerang ini menjadi catatan yang sangat-sangat luar biasa sekali bagi sosok dan figur pelayan masyarakat dan juga tokoh masyarakat di Kabupaten Tangerang,” ucap mantan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar
Bukan hanya soal minimnya dukungan politik, Mad Romli juga diterpa isu tidak sedap terkait dugaan politik uang.
Baru-baru ini, seorang praktisi hukum melaporkan Mad Romli karena diduga menggunakan politik uang untuk meraih simpati masyarakat.
Dugaan ini memperburuk citranya dan menimbulkan kekhawatiran bahwa langkah politiknya tidak didasarkan pada kapabilitas dan program yang jelas, melainkan sekadar mengandalkan kekuatan finansial.
Dengan minimnya prestasi, tidak adanya dukungan dari partai dan isu politik uang yang terus mengemuka, sulit untuk tidak meragukan keseriusan dan kemampuan Mad Romli dalam memimpin Kabupaten Tangerang ke depan.








