KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil meraih akreditasi ‘Unggul’ setelah melalui proses penilaian yang teliti dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Keberhasilan ini menjadi kabar gembira bagi seluruh komunitas UMN, mengukuhkan posisi program studi tersebut sebagai salah satu yang terbaik dalam bidangnya.
Dr. Agustinus Rusdianto Berto, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini.
Dia menegaskan bahwa predikat ‘Unggul’ mencerminkan dedikasi dan kualitas tinggi yang ditanamkan dalam semua aspek pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan tugas-tugas lain yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa sejak tahun 2021.
“Rasanya sangat puas dan membanggakan sekali karena segala kerja keras Prodi & tim reakreditasi terbayarkan tuntas dengan hasil capaian tertinggi ini yakni akreditasi Unggul,” ujar Berto dalam siaran tertulis UMN, Kamis, 28 Maret 2024.
Proses penilaian akreditasi melibatkan kedatangan dua asesor pada tanggal 19 Februari 2024, yaitu Prof. Dr. Puji Lestari, SIP., M.Si. dan Dr. Mite Setiansah.
Kedatangan para asesor disambut dengan baik oleh pimpinan universitas dan berbagai pihak terkait lainnya.
Selama penilaian, para asesor diberi pemahaman mendalam mengenai UMN khususnya Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, serta diajak untuk mengenal fasilitas dan layanan yang disediakan oleh kampus.
Berto juga mengungkapkan persiapan yang dilakukan tim akreditasi jauh sebelumnya, termasuk pengumpulan data dan dokumen serta penyusunan borang untuk pengajuan visitasi kepada BAN-PT pada Juni 2023.
Dia juga menyoroti pentingnya memiliki lulusan sebagai syarat utama penilaian, yang berhasil terpenuhi setelah dua angkatan berhasil diwisuda pada 24 Juni 2023 dan Januari 2024.
Selain fokus pada kualitas pendidikan, penilaian akreditasi juga menitikberatkan pada aspek internasionalisasi dalam pengajaran, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat. Penambahan jumlah pendaftar, mahasiswa, serta peningkatan kualitas lulusan menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan.
Hasil dari penilaian ini menunjukkan bahwa MIKOM UMN meraih nilai 362, cukup untuk memperoleh akreditasi ‘Unggul’. Langkah selanjutnya, Berto dan timnya akan mempersiapkan segala kebutuhan untuk meraih akreditasi internasional.
Hal ini juga menjadi langkah awal dalam persiapan pembukaan Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi di UMN, yang membutuhkan akreditasi ‘Unggul’ pada Program Studi Magister sebagai salah satu syarat utamanya.
Dengan demikian, UMN berharap dapat mencatat sejarah baru dengan keberhasilan membuka Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi, mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkomitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.









