Mantan Personel Funky Kopral Kembali Beraksi, Kini Membawa Nama ParaSuami Lewat “JAMED”

artwork dok. parasuami
artwork dok. parasuami

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Mengganti nama band bisa jadi perkara besar bagi sebagian musisi. Namun, bagi ParaSuami, lahir dengan identitas baru justru terasa seperti melanjutkan percakapan lama.

Diperkuat sejumlah mantan personel Funky Kopral, ParaSuami hadir membawa pengalaman panjang para anggotanya ke dalam proyek baru. Single JAMED (Jaman Edan) dipilih sebagai karya perdana untuk memperkenalkan warna mereka kepada publik.

Bacaan Lainnya

Meski menggunakan nama baru, para personel ParaSuami bukanlah sekumpulan musisi yang baru bertemu. Mereka sudah cukup sering bermain musik bersama sebelum akhirnya membentuk proyek tersebut.

Kondisi itu membuat proses membangun chemistry berjalan relatif mulus.

“Untuk tantangannya hampir tidak ada, karena kami memang sudah sering main bareng sebelum membentuk brand baru yaitu ParaSuami,” ungkap ParaSuami.

Chemistry tersebut kemudian menjadi modal penting ketika mereka mulai menentukan arah musik. Tidak ada keinginan untuk membatasi kreativitas hanya pada satu gaya.

“Secara musikalitas, kami memainkan apa yang kami suka dengan menyesuaikan tema dari isi lagunya,” jelas mereka.

Pilihan tersebut membuat ParaSuami memiliki ruang untuk bergerak lebih bebas. Mereka bisa mengeksplorasi musik berdasarkan gagasan yang ingin disampaikan dalam setiap karya.

Untuk debutnya, ParaSuami memilih tema sosial melalui “JAMED”. Lagu ini terinspirasi dari pengamatan mereka terhadap berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia.

Judul “Jaman Edan” dianggap cukup menggambarkan keresahan tersebut.

“Makna dari lagu JAMED itu sendiri memang relate dengan kondisi saat ini, di mana banyak pejabat yang tidak amanah atau tidak sesuai dengan janji-janji saat mereka kampanye atau mencalonkan diri sebagai wakil rakyat,” ujar mereka.

Lagu ini menjadi hasil kolaborasi Wisnu Pamungkas dan Fajarudin alias Fajar Gimbot. Wisnu menggarap musik, sementara Fajarudin menulis lirik.

Di tengah perubahan besar industri musik, ParaSuami juga memilih untuk tidak bernostalgia terlalu lama dengan cara kerja masa lalu. Mereka justru mencoba beradaptasi dengan teknologi yang berkembang.

“Perkembangan musik saat ini memang jauh berbeda, mulai dari proses recording yang sekarang jauh lebih mudah dibanding era 90-an yang masih analog. Kami mencoba mengikuti apa yang terjadi di era saat ini agar tetap eksis dan terus beradaptasi,” tutur mereka.

Adaptasi tersebut menjadi penting karena bagi ParaSuami, pengalaman masa lalu bukan untuk dijadikan batasan, melainkan bekal untuk memasuki era baru.

Kini, mereka ingin membangun cerita baru dengan nama ParaSuami tanpa meninggalkan pengalaman yang sudah diperoleh selama bertahun-tahun.

“JAMED menjadi awal bagi ParaSuami untuk memberitahu kepada pecinta musik Indonesia bahwa kami akan terus menyuarakan isi hati kami dan mengekspresikannya dalam bentuk karya musik,” kata mereka.

Setelah debut, ParaSuami sudah menyiapkan langkah berikutnya. Single baru tengah dipersiapkan dan mini album juga masuk dalam agenda perjalanan mereka.

“Rencana ke depan bakal ada single berikutnya dan kami akan merilis mini album. Semoga semuanya lancar dan terlaksana tanpa hambatan,” pungkasnya.

ParaSuami pun kini memiliki satu pekerjaan rumah: membuktikan bahwa chemistry lama yang dibawa ke dalam nama baru mampu melahirkan karya-karya yang tetap relevan dengan zaman. (san/*) #artwork dok. parasuami

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.