Magnet Urbanisasi dan Masifnya Perumahan: Mengapa Penduduk Kota Tangerang Terus Melonjak?

Kepala Disdukcapil Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, mengatakan jumlah penduduk Kota Tangerang saat ini mencapai 1.976.599 jiwa,
Kepala Disdukcapil Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, mengatakan jumlah penduduk Kota Tangerang saat ini mencapai 1.976.599 jiwa.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Jumlah penduduk Kota Tangerang, Banten, tercatat mengalami peningkatan sebanyak 16.687 jiwa pada semester I-2026. Dengan penambahan tersebut, total populasi Kota Tangerang kini menyentuh angka 1.985.000 jiwa.

Peningkatan data kependudukan ini mengemuka berdasarkan rilis resmi yang diunggah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdukcapil Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, mengungkapkan ada dua faktor utama yang mendorong lonjakan angka kependudukan tersebut, yaitu status Kota Tangerang sebagai area urbanisasi serta pesatnya pembangunan kawasan perumahan.

“Perkiraan saya yang pertama, Kota Tangerang ini kota urbanisasi, kota berkembang urban. Jadi siapa pun bisa masuk,” ujar Rizal saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

Faktor kedua, lanjut Rizal, adalah masifnya pembangunan kompleks perumahan, baik dalam skala besar maupun kecil di berbagai wilayah Tangerang. Kehadiran hunian-hunian baru tersebut menarik pendatang untuk menetap sekaligus mengurus administrasi kependudukan.

“Banyak warga yang sebenarnya sudah lama tinggal di perumahan-perumahan tersebut, lalu mereka sekalian mengurus surat pindah datang dan dokumen administrasi lainnya. Jadi pertumbuhannya terdorong dari sana,” jelasnya.

Cipondoh Padat, Benda Terendah

Dari data sebaran per kecamatan, Kecamatan Cipondoh kembali mencatatkan diri sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kota Tangerang. Menurut Rizal, tren Cipondoh sebagai wilayah terpadat ini konsisten terjadi dari tahun ke tahun.

“Setiap tahun memang Cipondoh (terbanyak). Di sana kan dominan kawasan perumahan, istilahnya ‘kandang orang’. Banyak pendatang yang masuk dan mengisi rumah-rumah di sana,” kata Rizal.

Sebaliknya, populasi penduduk terendah berada di Kecamatan Benda. Minimnya jumlah penduduk di wilayah tersebut disebabkan oleh faktor geografis dan administratif.

“Kecamatan Benda itu wilayahnya relatif kecil, hanya terdiri dari beberapa kelurahan saja,” paparnya.

Pertumbuhan Berada di Angka 1 Persen

Meski secara akumulasi terjadi penambahan belasan ribu jiwa, Rizal menyebut persentase laju pertumbuhan penduduk di Kota Tangerang masih tergolong wajar, yakni di kisaran 1 persen per semester.

“Pertumbuhannya sekitar 1 persenan, kurang sedikit. Sebab kalau 1 persen murni itu sekitar 19.000-an jiwa, sedangkan penambahan kita di angka 16.000-an,” tuturnya.

Rizal menambahkan, Disdukcapil Kota Tangerang melakukan pembaruan dan pencatatan data kependudukan secara berkala setiap enam bulan sekali.

“Di kami hitungannya per semester, bukan per tahun. Semester pertama itu tercatat sampai bulan Juli, dan semester kedua nanti dari Agustus sampai Desember,” pungkas Rizal.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.