KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi memiliki nakhoda baru. Dr. Warsito, M.Si., dilantik sebagai Rektor UM Tangerang periode 2025-2029 pada Jumat 25 September 2026, menggantikan almarhum Dr. H. Desri Arwen. Prosesi pelantikan berlangsung di aula serba guna gedung UMT Tangerang dan dihadiri jajaran pimpinan universitas beserta tamu undangan.
Ditemui usai pelantikan, Warsito menegaskan arah kepemimpinannya akan melanjutkan amanah rektor sebelumnya, sejalan dengan visi UMT sebagai universitas kelas dunia.
“Yang akan kita bawa itu seperti amanah dari rektor sebelumnya, sesuai dengan visi kita universitas kelas dunia. Arahnya nanti ke depan universitas mendunia,” ujar Warsito.
Ia menjelaskan, dalam peta jalan (milestone) yang telah disusun, UMT saat ini berada pada tahap sebagai Excellent Teaching University, sebelum pada 2037 bertransformasi menuju Research University.
Tambah Program Studi Baru
Sebagai langkah terobosan jangka pendek, Warsito mengungkapkan UMT akan membuka sejumlah program studi baru di berbagai jenjang. Untuk jenjang S3, kampus akan membuka dua program studi baru, disusul lima program studi baru di jenjang S2, serta tiga hingga lima program studi baru di jenjang S1.
Ia juga membocorkan bahwa Fakultas Kedokteran UMT direncanakan resmi diluncurkan pekan depan. “Harapan kami itu pas pada saat wisuda, sudah kita berikan informasi tentang FK itu,” katanya.
Kejar Pemeringkatan Dunia
Menyinggung tantangan dari Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terkait pemeringkatan internasional, Warsito menyebut UMT saat ini telah masuk dalam UI GreenMetric dan tengah bersiap menuju pemeringkatan Times Higher Education (THE).
“Harapan yang disampaikan bahwa UMT selain unggul juga harus masuk ke pemeringkatan, itu sudah kita lalui. Lima tahun ke depan baru arah world yang diharapkan, karena memang ada tahapan-tahapannya,” ujarnya.
Terkait pengisian jabatan wakil rektor bidang akademik, Warsito menyatakan hal tersebut akan dibahas setelah pelaksanaan wisuda, sesuai mekanisme yang diatur senat dan keputusan Majelis Diktilitbang.
Fokus Layanan dalam Enam Bulan ke Depan
Untuk agenda jangka pendek dalam enam bulan mendatang, Warsito menyatakan prioritas utama diarahkan pada peningkatan layanan penunjang pembelajaran, seperti perpustakaan, laboratorium, dan sarana prasarana lainnya, guna mendukung status UMT sebagai Excellent Teaching University.
“Supaya stakeholder, dalam hal ini mahasiswa utamanya, merasa puas dengan layanan kita,” katanya.
Percepatan Guru Besar
Dalam hal peningkatan riset, Warsito menyoroti tantangan agar jumlah guru besar di UMT bertambah, dari saat ini yang baru berjumlah dua orang. Menurutnya, UMT tengah membentuk tim percepatan dan akan menggandeng tim pendamping dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) untuk mendampingi para dosen dengan jabatan Lektor Kepala, yang saat ini berjumlah 38 orang, agar dapat naik jenjang menjadi guru besar.
“Andai kata 30 persen saja misalkan bisa masuk ke guru besar, itu sudah banyak,” ujarnya.
Manfaatkan Kecerdasan Buatan
Menyoal perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), Warsito menyampaikan UMT memilih untuk merangkul, bukan menolak, perkembangan tersebut. Ia menyebut Biro Teknologi Sistem Informasi (BTSI) UMT telah mengintegrasikan sistem kampus dengan bantuan AI.
“Tahapan kami, pertama kami akan memberikan sosialisasi terkait AI kepada dosen, kemudian kepada tenaga kependidikan, supaya mereka juga bisa memberikan layanan yang cepat,” katanya, seraya menegaskan fokus utama dalam satu tahun ke depan tetap pada pelayanan prima kepada seluruh sivitas akademika.








