KOTA SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kota Serang, Banten, punya deretan situs peninggalan Kesultanan Banten yang terus dibenahi sebagai destinasi wisata sejarah. Kawasan Banten Lama di Kecamatan Kasemen jadi andalan, sementara Banten Girang disiapkan sebagai tujuan baru.
Kawasan Banten Lama memiliki sejumlah situs, yakni Masjid Agung Banten, Benteng Speelwijk, Keraton Surosowan, Danau Tasikardi, dan Keraton Kaibon. Lokasinya sekitar 12 kilometer di utara pusat Kota Serang, dan Pemerintah Provinsi Banten telah merevitalisasinya sejak 2018.
Hasilnya terlihat saat libur Lebaran 2026. Ribuan peziarah memadati kawasan itu, dan pelataran Masjid Agung Banten kini dilengkapi payung konvertibel raksasa. Seorang pengunjung asal Jakarta, Agung, menyebut suasananya kini lebih tertata dan nyaman meski ramai.
Pemkot Serang juga membidik Banten Girang. Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Serang, Zeka Bachdi, menyebut kawasan itu sebagai kerajaan pertama sebelum Banten Lama, dengan artefak yang masih ada, aliran sungai yang terlihat, dan empat gua bersejarah.
Situs yang bisa dikunjungi
Masjid Agung Banten – Dibangun pada masa Sultan Maulana Hasanuddin dan masih aktif untuk ibadah. Sumber berbeda menyebut tahun pendiriannya (1566 atau 1652).
Keraton Surosowan – Bekas pusat pemerintahan Kesultanan Banten. Kini hanya reruntuhan karena penghancuran berlangsung sejak 1808 pada masa Daendels hingga 1832.
Benteng Speelwijk – Berjarak sekitar 500 meter dari masjid dan dibangun di atas puing Keraton Surosowan. Belanda dikabarkan meninggalkannya pada 1811 akibat wabah.
Danau Tasikardi – Waduk buatan masa Sultan Kedua, Maulana Yusuf.
Situs-situs itu saling berdekatan sehingga bisa dijelajahi dalam satu rute. Pengunjung disarankan datang pagi hari dan membawa pelindung dari terik matahari.








