Misi Dagang Serta Investasi Banten dan Jawa Timur Catat Penjualan Rp28 Miliar

Misi ini hal yang luar biasa. Dengan saling bertukar wawasan keunggulan kompetitif, komparatif masing-masing daerah akan mengikat untuk saling memajukan baik Banten dan Jatim

KOTA SERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, menghadiri Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur di Kota Serang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Banten dalam hal perdagangan dan investasi.

Selama kegiatan ini, produk asli Banten senilai lebih dari Rp28 miliar berhasil terjual, termasuk Beras Ungu, promosi dan kamar hotel, serta Coconut Charcoal Briquette.

Bacaan Lainnya

Selain penjualan produk, acara ini juga mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Jawa Timur, yang diikuti oleh 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 6 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan 4 Asosiasi dari kedua Provinsi.

“Misi ini hal yang luar biasa. Dengan saling bertukar wawasan keunggulan kompetitif, komparatif masing-masing daerah akan mengikat untuk saling memajukan baik Banten dan Jatim serta tentunya Indonesia,” ungkap Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, Senin 11 September 2023.

Al Muktabar menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat potensi perdagangan dan kerja sama di berbagai sektor antara kedua Provinsi. Dia berharap bahwa melalui kegiatan ini, akan terjalin kerja sama yang berkelanjutan dan peningkatan transaksi perdagangan yang signifikan antara kedua Provinsi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa Misi Dagang dan Investasi antara kedua Provinsi ini merupakan yang ke-33. Kegiatan ini memungkinkan pertemuan antara penjual dan pembeli dalam satu kebutuhan yang tepat, memungkinkan pertemuan produk yang telah melalui berbagai proses produksi.

Selain itu, Khofifah menekankan bahwa kerja sama antara kedua Provinsi akan lebih produktif dalam sektor ekonomi. MoU yang ditandatangani antara OPD, institusi, dan pelaku usaha merupakan langkah untuk memperkuat kompetensi dan saling mendukung sesuai dengan keunggulan masing-masing daerah.

“Melalui kegiatan ini kita pertemukan produk yang tidak sederhana melalui online atau penjualan offline. Dengan sinergitas yang kita bangun mampu memberikan investasi atau efek yang luar biasa bagi keduanya,” ungkap Khofifah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso, menyatakan bahwa Misi Dagang ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan transaksi di Provinsi Banten.

Dia juga mengharapkan para pelaku usaha di Provinsi Banten dapat memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin dan mengambil inspirasi dari Provinsi Jawa Timur yang telah berhasil dalam Misi Dagang mereka.

“Provinsi Jatim yang telah melakukan misi dagang hingga tahun ini perlu kita jadikan motivasi. Sehingga secara tidak langsung mereka sudah punya konsep apa yang mereka beli itu yang dibutuhkan dan kita harus terapkan itu,” ungkapnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.