Pasar Sipon Kini Ditertibkan, Warga Harap Tak Kembali Semrawut

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kekuatan media sosial kembali terbukti ampuh dalam mendorong perubahan. Setelah pemberitaan mengenai semrawutnya Pasar Sipon dan dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum RT/RW serta ormas viral di berbagai platform, pada Selasa, 16 September 2025 malam, pihak berwenang langsung bergerak cepat mengambil tindakan.

Tidak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan jam setelah kabar tersebut ramai diperbincangkan pada Rabu, 17 September 2025, sejumlah pos penjagaan yang berada di sekitar Pasar Sipon mulai dibongkar. Penertiban pun dilakukan secara menyeluruh di area pasar yang kerap menimbulkan kemacetan.

Bacaan Lainnya

Aksi cepat ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan kawasan Cipondoh yang lebih tertib, aman, dan bersih. Aparat juga berjanji akan mengawasi secara rutin agar kondisi pasar tidak kembali semrawut.

Sebelumnya, kondisi Pasar Sipon di Kampung Gunung memang telah lama menimbulkan keresahan warga. Meski berulang kali ditertibkan, para pedagang kerap kembali berjualan di badan jalan sehingga arus lalu lintas tersendat. Situasi tertib biasanya hanya bertahan beberapa hari sebelum akhirnya kekacauan kembali terjadi.

“Setiap kali ditertibkan, memang rapi sebentar. Tapi setelah itu pedagang balik lagi ke jalan dan macetnya parah,” ungkap Ahmad, warga Cipondoh yang setiap hari melintas di kawasan Pasar Sipon.

Hal serupa juga dirasakan Lina, warga Kampung Gunung. Ia pun menambahkan, warga sekitar sudah sangat lelah dengan kondisi semrawut yang terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, jika penataan pasar dilakukan dengan serius dan transparan, warga maupun pedagang pasti bisa menerima.

“Kami ingin pasar ini tertata baik, bukan cuma sesaat. Kalau benar ada pungli, tolong ditindak, supaya masalah ini tidak terus berulang,” ujarnya.

“Yang penting pemerintah harus tegas. Jangan hanya bongkar pasang pos saja, tapi ada solusi jangka panjang. Pedagang juga harus diberi tempat yang layak supaya mereka tidak kembali ke jalan. Kalau semua itu dilakukan, saya yakin pasar bisa lebih tertib dan nyaman,” kata Lina.

Warga berharap, penertiban kali ini tidak berhenti pada pembongkaran pos dan penertiban sesaat, tetapi benar-benar berlanjut pada penataan pasar secara permanen. Mereka juga meminta agar dugaan pungli yang selama ini diduga menjadi penghambat penertiban bisa ditindak secara tegas.

Dengan langkah tegas dari aparat dan dukungan masyarakat, Pasar Sipon diharapkan dapat menjadi kawasan perdagangan yang lebih tertata tanpa menimbulkan kemacetan maupun keresahan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.