Potensi Gangguan Kamtibmas di Ramadan, Pj Wali Kota Tangerang Aja Warga Rekonstruksi Ulang Gaya Hidup

Pj Wali Kota Tangerang Dr Nurdin saat di wawancari wartawan. foto : Eky

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Momen bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi umat muslim untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Maka itu, setiap muslim baik remaja maupun dewasa seharusnya dapat memanfaatkan bulan penuh berkah dengan kegiatan yang bernilai ibadah.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, tidak jarang remaja yang mengabaikan bulan baik ini malah membuat kegiatan yang kurang baik hingga menggangu ketertiban umum.

Terkait hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Dr Nurdin menyampaikan, agar umat muslim khususnya di Kota Tangerang bisa merekonstruksi ulang gaya hidup yang selama ini kurang baik jadi lebih baik serta memanfaatkan waktunya dengan efektif untuk kebaikan.

“Saya mengimbau agar Ramadan ini bisa menjadi ruang bagi kita untuk merekontruksi ulang gaya hidup, pemanfaatan waktu dan sebagainya, Manfaatkan waktu dengan efektif dan biasakan kebiasaan baik dan kurangi serta tinggalkan hal-hal kurang baik,”ujarnya ditemui Lensabanten baru-baru ini.

Ia pun mengajak, agar momentum Ramadan itu jadi mengupgrade dan menyetel ulang diri sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.

Terpisah, Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro telah mengeluarkan himbauan agar pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan berjalan aman dan nyaman. Hal ini diterapkan dengan diberlakukan pelarangan beberapa kegiatan yang dilarang seperti: Tawuran, Balap Liar, Sahur On The Road (SOTR), perang sarung remaja hingga bermain petasan yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

“Kami, menghimbau kegiatan konvoi berkedok sahur on the road (SOTR) selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah tahun 2024 ini untuk ditiadakan, kita jaga kesucian dan kekhusyuan bulan ramadhan, agar berlangsung aman dan nyaman,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan produktif selama Ramadan dengan memperbanyak ibadah seperti bertadarus dan beritikaf di masjid.

“Kegiatan seperti konvoi di malam hari atas nama sahur on the road (SOTR) banyak hal negatif yang dapat ditimbulkan, saya minta supaya ditiadakan dan dihentikan. Kegiatan ini berpotensi terjadi gesekan maupun aksi tawuran di jalan,” kata dia.

Selain kegiatan konvoi, polisi juga melarang warga membakar atau menyalakan petasan karena membahayakan dan dapat mengganggu kegiatan ibadah Ramadhan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.