TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sebuah mobil Toyota Rush tercebur ke Kali M1 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di Jalan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pada Selasa, 5 Mei 2026 siang. Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Kendaraan tersebut diketahui melaju dari arah Tangerang menuju Jakarta sebelum akhirnya keluar jalur dan masuk ke dalam kali. Mobil terlihat miring dengan sebagian badan terendam air di tepi aliran kali.
Kasat Lantas Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Sularno, mengungkapkan kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi kurang konsentrasi saat berkendara. Hal itu berdasarkan keterangan awal dari pengemudi di lokasi kejadian.
“Jadi pengemudi seorang wanita, berjalan dari arah utara ke selatan. Pada saat sesampainya di TKP, kurang konsentrasi karena tangan kanannya sedang mencari kartu e-Toll. Terus kemudian secara tidak sengaja tangan kanannya memutar kemudi ke sebelah kanan, akhirnya terjun ke kali yang dimaksud,” ujarnya kepada Lensa Banten saat ditemui di TKP, Selasa, 5 Mei 2026.
Di dalam mobil terdapat dua orang yang hendak berangkat bekerja ke Jakarta. Meski kendaraan mengalami kecelakaan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Yang di dalam sementara yang ketahuan adalah dari pengemudinya sendiri, dia berdua, namun demikian sementara tidak ada korban jiwa. Kondisinya hanya lecet-lecet saja,” kata Sularno.
Sementara itu, Wasesa selaku Kasie Kedaruratan BPBD Kota Tangerang menyampaikan bahwa laporan kejadian diterima pihaknya pada pukul 11.15 WIB. Tim langsung bergerak cepat dari pos terdekat untuk melakukan penanganan.
“Kejadian mobil jatuh di parit, tadi laporan masuk jam 11.15 ke hotline kami dan kami respon langsung dari pos Belendung,” ungkapnya.
Ia memastikan pengemudi merupakan seorang perempuan dan dalam kondisi selamat usai kejadian tersebut. Kendaraan diketahui melaju dari arah Tangerang menuju Jakarta sebelum akhirnya tercebur ke kali.
“Perempuan, selamat, alhamdulillah selamat. Mengarah dari Tangerang menuju Jakarta,” katanya.
Proses evakuasi mobil berlangsung dramatis dengan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya BPBD Kota Tangerang, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta Aviation Security Bandara. Tim gabungan harus bekerja ekstra karena kondisi medan yang curam dan licin di sekitar kali.
“Mungkin kesulitannya derajat kalinya ya, itu sekitar 45 derajat mungkin agak sulit juga. Kedalaman mungkin 4 meteran, dan kita juga dibantu dari Polsek Neglasari dan juga dari pihak Bandara,” jelas Wasesa.
Ia menambahkan proses evakuasi memakan waktu sekitar satu jam hingga kendaraan berhasil diangkat. Kendala utama yang dihadapi petugas adalah kondisi dasar kali yang licin serta kemiringan tebing yang cukup ekstrem.
“Sekitar satu jaman ya, sudah berhasil. Kendalanya tadi kesulitan mungkin licin ya, karena licin dari dasar kali, itu saja sama cukup curam,” tuturnya.
Pihak kepolisian pun mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu menjaga konsentrasi saat berkendara, khususnya di jalur bandara. Jika hendak mencari sesuatu seperti kartu e-Toll, pengemudi disarankan untuk menepi terlebih dahulu demi keselamatan.
“Bagi pengendara yang melewati jalur bandara, tetap konsentrasi dalam berkendara. Kemudian apabila ingin mencari e-Toll dan lain sebagainya, silakan untuk berhenti dulu. Jadi tetap konsentrasi penuh pada saat berkendara,” pungkasnya.









