Produk IKM Kota Tangerang Ini Tembus 12 Negara, Pernah Jadi Suvenir Pertemuan BRICS

Produk IKM Kota Tangerang Ini Tembus 12 Negara, Pernah Jadi Suvenir Pertemuan BRICS
Produk IKM Kota Tangerang Ini Tembus 12 Negara, Pernah Jadi Suvenir Pertemuan BRICS

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Limbah jeans dan anyaman pandan mungkin terdengar seperti bahan sederhana. Namun di tangan Malaika Creatio, material tersebut diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi hingga menembus pasar 12 negara dan pernah menjadi suvenir dalam pertemuan BRICS di Brasil.

Industri Kecil Menengah (IKM) yang berbasis di Karang Tengah, Kota Tangerang, itu mengembangkan produk berbahan utama bambu dan complong atau anyaman pandan. Material tersebut kemudian dikombinasikan dengan limbah fashion, seperti celana jeans bekas, untuk menghasilkan produk dengan desain yang berbeda dari kerajinan konvensional.

Bacaan Lainnya

Pemilik Malaika Creatio, Malaika, mengatakan usahanya berdiri sejak 2022. Sejak itu, produknya aktif diperkenalkan melalui berbagai pameran, termasuk Trade Expo Indonesia pada 2022, 2023, dan 2024 serta Inacraft.

Dari rangkaian pameran tersebut, produknya mulai memperoleh pasar internasional. Malaika menyebut produknya telah memiliki penjualan B2B dengan perusahaan asal Belanda, sementara pasar B2C telah menjangkau 12 negara hingga 2025.

“Di tahun 2025, kami sudah sampai dengan 12 negara,” kata Malaika.

Yang membuat perjalanan produk tersebut semakin menarik, kerajinan Malaika Creatio pernah dibawa Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum sebagai suvenir dalam pertemuan BRICS di Brasil.

Produk tersebut juga dibawa dalam sejumlah pertemuan internasional lainnya di China, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.

Gabungkan Anyaman Pandan dengan Limbah Jeans

Alih-alih hanya menggunakan bahan baru, Malaika Creatio memilih memanfaatkan material yang sudah tersedia di sekitar. Salah satunya limbah celana jeans yang diperoleh dari pembeli, tetangga, teman, hingga hasil kerja sama dengan pihak lain.

Produk IKM Kota Tangerang Ini Tembus 12 Negara, Pernah Jadi Suvenir Pertemuan BRICS
Produk IKM Kota Tangerang Ini Tembus 12 Negara, Pernah Jadi Suvenir Pertemuan BRICS

Material tersebut dipadukan dengan complong atau anyaman pandan sehingga menghasilkan produk yang memiliki karakter berbeda.

Malaika mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian usahanya terhadap lingkungan.

“Concern kami adalah terhadap lingkungan, bagaimana kita sebagai UMKM harus bisa menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Konsep ramah lingkungan itu kemudian diperluas melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM batik asal Kota Tangerang. Material batik lokal dipadukan dengan produk anyaman untuk memperkenalkan identitas produk Tangerang ke pasar yang lebih luas.

“Supaya kami bisa memperkenalkan produk dari Kota Tangerang untuk bisa sampai dengan pasar global atau ke luar negeri,” katanya.

Ada Mug Bambu hingga Complong Jeans

Malaika Creatio saat ini memproduksi sejumlah produk kerajinan, mulai dari mug bambu, tumbler bambu, complong, hingga complong yang dikombinasikan dengan jeans bekas dan batik.

Harganya juga bervariasi. Mug bambu dijual sekitar Rp150 ribu, sedangkan tumbler bambu sekitar Rp200 ribu.

Untuk complong yang dipasok ke Bali, harganya sekitar Rp200 ribu. Sementara produk complong yang telah dipadukan dengan reclaimed jeans dapat dijual hingga Rp500 ribu.

Selain material, proses pengerjaan juga menjadi bagian dari identitas produk.

Malaika Creazio masih mempertahankan teknik jahit menggunakan jarum tangan berukuran besar yang dikenal sebagai “jejeck”. Teknik tersebut menyerupai cara menjahit karung goni.

Teknik tradisional itu bahkan dikembangkan untuk produk lain, termasuk jam dinding yang dipadukan dengan teknik decoupage.

Sengaja Tak Masuk Marketplace

Meski produknya telah memiliki pasar hingga luar negeri, Malaika Creatio justru memilih tidak menjual produknya melalui marketplace.

Keputusan tersebut bukan karena tidak mengikuti perkembangan digital, melainkan untuk menjaga keunikan desain produknya.

Menurut Malaika, produk kerajinan yang dijual melalui marketplace lebih rentan ditiru.

“Kalau di marketplace itu copycat produk sangat cepat,” ujarnya.

Karena itu, penjualan lebih banyak dilakukan melalui pameran, bazar, jaringan kedutaan besar di Jakarta, Instagram @malaikacreatio, serta WhatsApp.

Strategi tersebut sekaligus membuat pameran menjadi ruang penting bagi Malaika Creazio untuk bertemu calon pembeli dan memperluas pasar.

Meski produknya telah menjangkau berbagai negara, proses produksinya tetap dilakukan di Kota Tangerang. Dari Karang Tengah, bambu, anyaman pandan, limbah jeans, dan batik lokal diolah menjadi produk kerajinan yang kini telah dibawa hingga ke panggung internasional.

Kisah Malaika Creatio memperlihatkan bagaimana bahan sederhana dan limbah fashion dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi. Di saat yang sama, kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi jalan bagi produk lokal Tangerang untuk tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga menembus pasar global.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.