Program JKN Bantu Badri Melawan Penyakit

Program JKN Bantu Badri Melawan Penyakit
Program JKN Bantu Badri Melawan Penyakit

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Perjuangan keras untuk melawan sakit yang diderita sangatlah tinggi, walaupun terkadang kondisinya tak bersahabat. Muhammad Badri (29), seorang penyandang hemofilia menceritakan betapa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengembalikan kegembiraan dan keceriaan dalam keluarga mereka.

Badri, begitu sapaan akrabnya, merupakan anak pertama dari dua bersaudara di keluarganya. Dari kedua bersaudara itu, hanya Badri yang terkena hemofilia, beruntung saudara perempuannya tidak menderita penyakit serupa.

Bacaan Lainnya

Divonis menderita hemofilia tak urung membuat Badri remuk redam, untunglah ada Program JKN yang kembali menghidupkan semangatnya untuk menjalani hidup seperti biasanya.

Sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Rusli sangat bergantung pada keberlangsungan Program JKN ini. Semua itu dikarenakan setiap minggu dirinya harus melakukan kontrol dan mendapatkan terapi suntikan yang sangat penting bagi dirinya agar dapat beraktivitas kembali dengan normal.

“Kalau tidak ada Program JKN, tidak tahu apa yang akan terjadi kepada saya. Membayangkan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit saja sudah lumayan banyak, gimana kalau harus memikirkan biaya berobatnya, bisa dibilang tidak akan sanggup saya. Satu obat saja bisa sampai 5 juta, apalagi biaya pengobatan lainnya. Makanya bersyukur sekali ada program JKN sehingga saya bisa berobat rutin tanpa perlu memikirkan biayanya,” ujarnya sambil menunjukkan obat yang selalu digunakannya.

Kondisi ekonomi keluarga Badri membuatnya harus tetap bersemangat dan mempunyai keyakinan bahwa hemofilia bukan penghalang baginya untuk terus berjuang membantu kedua orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dirinya merasa beruntung masih diberikan nikmat kesehatan meskipun itu harus didapatnya dengan rajin dan telaten melakukan pengobatan. Ia juga yakin di luar sana masih ada orang-orang yang kondisinya jauh lebih buruk dari dirinya dan membuat ia harus mensyukuri kondisinya saat ini.

“Dulu saya sempat jadi karyawan di pabrik, tapi karena kondisi saya yang kurang baik, saya akhirnya di PHK. Tapi saya juga mikir, tidak mungkin selamanya hanya bergantung sama orang tua, jadi ya sampai sekarang saya masih mencari pekerjaan yang tepat dan ridak terlalu berresiko untuk kesehatan saya. Sekarang saya sambil bantuin mama saja di  warung kecil-kecilan di rumah seperti ini,” ceritanya, Jumat, 29 Juli 2024.

Walau mengidap penyakit yang cukup langka, semangat Badri tidak berhenti untuk terus membantu sesama. Dirinya turut aktif bergabung dalam suatu himpunan yang memiliki tujuan mulia untuk membantu, merangkul, dan membersamai penderita hemofilia.

Ia merasa bahwa dengan bergabung bersama himpunan tersebut, ia bisa berkontribusi dan membantu teman-teman penderita hemofilia lain yang membutuhkan. Badri selalu berkoordinasi dengan peserta-peserta penderita hemofilia lainnya, semua rekan-rekannya merasa sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya program JKN.

“Walaupun kondisi saya seperti ini, tapi saya tetap memegang prinsip untuk bisa bermanfaat bagi setiap orang. Makanya saya ikut gabung sama Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Cabang Banten. Setidaknya saya bisa membantu untuk ngerangkul teman-teman hemofilia yang lainnya agar tidak merasa sendirian. Agar mereka merasa ada teman untuk berbagi juga. Saya juga merupakan salah satu pengurus di HMHI, sehingga saya selalu berkoordinasi dengan penyandang hemofilia lainnya. Semua sama, tua muda merasa sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya program JKN,” tutur Badri.

Karena sudah merasakan manfaat program JKN, Badri berpesan agar masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN, agar segera ikut program pemerintah ini karena sangat besar manfaatnya.

Selain dari manfaat yang diberikan, program JKN dapat menjadi langkah preventif bagi masyarakat untuk melindungi anggota keluarganya. Badri berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya Program JKN, seperti yang ia rasakan.

Badri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan karena telah membantu dirinya dalam menjalani pengobatannya secara mudah dan maksimal.

“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN. Program JKN ini mengembalikan semangat hidup saya dan mendampingi saya dalam melawan penyakit ini. Semoga ke depan Program JKN tetap ada dan berjalan lebih baik lagi, kehidupan kami sangat bergantung dengan program JKN. Terima kasih Pemerintah, terima kasih BPJS Kesehatan, maju terus program JKN,” katanya menutup perbincangan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.