KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID — Rusmini (62) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Tangerang.
Sehari-hari Ibu yang yang akrab disapa Mimi itu berdagang nasi uduk di depan rumahnya.
Awal bulan lalu, Mimi mengeluhkan sakit perut yang cukup parah di bagian perut kirinya. Tak hanya itu, ia juga merasa nyeri tak tertahankan saat buang air kecil dan frekuensi buang air kecil meningkat tetapi hanya sedikit urine yang keluar.
Dalam ceritanya, saat itu Mimi memulai hari seperti biasa. Saat membuka warungnya, tiba-tiba sakit diperutnya semakin tak tertahankan membuatnya tak sanggup untuk beraktivitas.
Beruntung saat itu sang suami berada di rumah, dan langsung mengantarkannya ke Unit Gawat Darurat (UGD) di Rumah Sakit Annisa.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, dokter menyarankan agar Mimi tetap dirawat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan Mimi mengalami infeksi saluran kemih. Mimi harus pasrah menerima kenyataan.
“Saya yakin semuanya akan baik-baik saja, walaupun saat itu saya harus menjalani rawat inap. Suami dan anak-anak selalu menyemangati dan terus memberikan kekuatan. Saat itu dipikiran saya hanya ingin cepat sembuh agar bisa kembali berjualan dan merawat keluarga. Saya sudah tahu bagaimana prosedur pelayanan di Rumah Sakit Annisa, apalagi suami saya pernah dirawat di sini. Selama sesuai prosedur pasti tidak akan dikenakan biaya sama sekali,” ujar Mimi pada Selasa, 29 Oktober 2024.
Dalam situasinya saat ini, prioritas utama Mimi adalah kesehatan. Pengalaman suaminya yang pernah dirawat di Rumah Sakit Annisa memberikan keyakinan bahwa masalah yang sedang ia hadapi akan segera teratasi.
Ketika sang suami di rawat di rumah sakit, seluruh biaya perawatan ditanggung oleh JKN.
Hal ini membuat Mimi merasa lebih tenang, karena ia sudah tahu dengan adanya program JKN, seluruh biaya perawatannya dapat ditanggung. Selama dirawat, Mimi mendapatkan perawatan yang luar biasa dari tim medis.
“Pelayanan di sini sangat bagus. Sampai di rumah sakit, petugas langsung memberikan penanganan dengan cepat. Tidak ada istilah kata orang isu tiga hari rawat inap pasien BPJS Kesehatan sudah harus pulang, saya bahkan dirawat inap lebih dari tiga hari dan tanpa dikenakan biaya sepeserpun. Saya merasa puas dengan pelayanan yang saya terima saat di rumah sakit, mulai dari proses administrasi yang tidak berbelit-belit sampai dengan pelayanan dokter yang sangat berpengalaman membuat saya tidak takut menjalani pengobatan,” ujar Mimi.
Mimi merasa bersyukur atas pelayanan kesehatan yang ia dapatkan. Setiap hari, petugas medis datang untuk memantau kondisinya.
Setelah beberapa hari dirawat, kondisi Mimi mulai membaik. Mimi berharap semakin banyak orang bisa merasakan manfaat Program JKN. Ia percaya Program JKN sangat penting bagi masyarakat.
Rizka menambahkan, kebaikan yang diberikan Program JKN akan terasa membantu ketika peserta tersebut mengalaminya sendiri, bukan dari cerita orang lain.
Karena pengalaman dan ekspektasi setiap orang berbeda jika menyangkut layanan kesehatan, jadi ada baiknya tidak mendengarkan pendapat orang lain, tetapi menjalaninya sendiri.
“Sudah cerita lama kalau kita mendengar kisah orang lain tentang Program JKN ini, banyak juga versinya. Tapi saya pribadi lebih memilih untuk menjalaninya sendiri dan sampai saat ini saya rasa nyaman-nyaman saja. Tidak ada keluhan berarti kalau kita mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan. Kalaupun ada keluhan atau saran untuk fasilitas kesehatan maupun kepada BPJS Kesehatan, kita bisa sampaikan kok. Jadi bisa langsung ditindaklanjuti dan tidak jadi omongan belaka. Pasti langsung diperbaiki jika ada yang salah sehingga pelayanan yang diterima bisa lebih baik lagi,” tutup Mimi.









