KOTA TANGERANG, LENSABANTEN,.CO.ID – Kota Tangerang kembali menorehkan langkah progresif dalam pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan, kini disulap menjadi sumber energi alternatif dan berhasil dijual ke PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), sebuah perusahaan semen nasional.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa RDF bukan sekadar inovasi, melainkan solusi konkret untuk menghadapi tantangan sampah kota. “Satu mesin RDF mampu mengurangi sampah hingga 4 ton per hari dan menghasilkan bahan bakar alternatif yang bermanfaat. Kita tidak lagi membuang, tapi mengolah,” jelasnya.
Saat ini Kota Tangerang memiliki 3 mesin RDF dan akan ditambah sesuai dengan kebutuhan.
Menurut Sachrudin, RDF menjadi simbol perubahan paradigma dari sistem “buang” menjadi sistem “olah dan manfaatkan”. Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan tiap kecamatan memiliki fasilitas pengolahan RDF atau insinerator.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat melalui pengurangan sampah dari sumber dan optimalisasi bank sampah.
Sementara itu, Direktur Manufacturing PT SBI, Soni Asrul Sani, menyambut baik kolaborasi ini. “Kami mendukung penuh langkah Pemkot Tangerang dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kualitas RDF dari Tangerang sesuai dengan kebutuhan kami untuk bahan bakar alternatif pabrik semen,” ungkapnya.
Sebagai informasi, RDF merupakan bahan bakar yang diproduksi dari sampah rumah tangga dan limbah padat lainnya yang telah melewati proses pemilahan. Produk ini digunakan sebagai pengganti batu bara di industri semen dan dinilai lebih ramah lingkungan.









