KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Suasana duka menyelimuti Masjid Al Azhom, Kota Tangerang, saat ratusan pelayat mengantarkan kepergian Ketua DPRD Kota Tangerang, H. Rusdi Alam, Senin (20/7/2026). Wali Kota Tangerang Sachrudin tampak tak kuasa menahan haru saat menyampaikan sambutan pelepasan jenazah.
Usai pelaksanaan Salat Zuhur, jenazah almarhum disalatkan bersama ratusan pelayat yang terdiri atas jajaran Pemerintah Kota Tangerang, anggota DPRD, tokoh masyarakat, hingga warga yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum kemudian diberangkatkan untuk dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di samping Masjid Al Istiqomah, Jalan Budi Indah, Kelurahan Poris Gaga.
Dalam sambutannya, Sachrudin mengenang almarhum sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun Kota Tangerang.
“Hari ini kita melepas saudara kita, almarhum Bapak Haji Rusdi Alam bin Rahmat. Beliau sosok yang bersahaja, rendah hati,” ujar Sachrudin dengan suara bergetar menahan duka.
Menurutnya, kepergian Rusdi Alam bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar almarhum, tetapi juga bagi Pemerintah Kota Tangerang dan masyarakat yang selama ini mengenalnya.
“Bukan hanya keluarga yang kehilangan. Saya pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Kota Tangerang merasa kehilangan,” katanya.
Sachrudin juga mengungkapkan, semasa hidupnya Rusdi Alam merupakan rekan diskusi yang selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan demi kepentingan masyarakat.
“Yang selama saya tahu, beliau bukan orang yang temperamen. Beliau mau mendengar masukan dan menyelesaikan masalah dengan baik. Beliau teman saya berdiskusi untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Sachrudin mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Semoga almarhum husnul khatimah, keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan. Amal baik beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Sachrudin menutup sambutannya dengan kalimat perpisahan yang menyentuh.
“Selamat jalan sahabatku,” ucapnya seraya terisak.









