TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di perlintasan rel kereta dekat Stasiun Tanah Tinggi, Kota Tangerang, pada Rabu, 11 Maret 2026 siang. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertabrak kereta yang melintas dari arah Tangerang ke Duri.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diketahui mengendarai sepeda motor jenis Honda Scoopy saat melintasi perlintasan rel kereta tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban diduga melawan arus dari pinggiran stasiun Tanah Tinggi ke Pasar Induk. Saat berada di area rel, sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba berada di tengah jalur rel.
Kereta yang melaju kemudian menghantam sepeda motor tersebut hingga terseret cukup jauh dari titik tabrakan. Akibat benturan keras itu, sepeda motor korban terseret hingga sekitar 20-25 meter dari lokasi awal kejadian.
Korban mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di tempat. Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Seorang saksi mata di lokasi, Nana Supriatna, mengaku mendengar suara klakson kereta yang keras sebelum kejadian terjadi. Ia mengatakan motor korban tiba-tiba berada di tengah rel sebelum akhirnya tertabrak kereta.
“Ya, saya kan tadi posisinya lagi duduk ya, kurang tahu nih ya, tiba-tiba klakson kereta kenceng. Nah, motor saya nggak tahu arah dari mana tiba-tiba di tengah-tengah, Pak, tengah-tengah rel. Ya saya nggak tahu tuh, jegerrr ya gitu Pak posisinya,” katanya kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi di TKP.
Menurut Nana, saat kejadian palang perlintasan sebenarnya sudah dalam kondisi tertutup. Namun korban justru berhenti di tengah rel tanpa memperhatikan kereta yang akan melintas.
“Dari arah sini nih, lurus. Langsung berhenti. Arah sini. Palang mah udah tutup semua. Pokoknya berhenti tengah-tengah. Udah, dia nggak posisinya nggak tengok-tengok, langsung berhenti aja, diem aja udah,” ujarnya.
Warga sekitar juga sempat berteriak memperingatkan korban yang berada di atas rel. Namun korban diduga tidak menyadari adanya kereta yang sudah sangat dekat dengan lokasi.
“Udah diteriakin sih, mungkin sama orang yang dari sana nih. Kalau saya mah lagi duduk posisinya lagi tiduran. Udah dua kali, Pak. Tadi hampir pagi pukul 11, sama begitu modelnya, hampir kena juga,” tuturnya.
Nana mengatakan korban diketahui seorang laki-laki dan saat kejadian mengendarai motor seorang diri. Ia juga menduga korban berasal dari wilayah Teluknaga.
“Laki-laki. Kayaknya orang Teluknaga, Pak. Sendiri, Pak, sendirian,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan kaki. Barang-barang milik korban seperti tas, KTP, dan sepeda motor telah diamankan petugas.
“Ya keadaan korban udah dibawa mungkin, udah dibawa. Posisinya emang langsung meninggal, Pak, mati di tempat. Kepala yang parah, pecah, kaki pecah. Barang-barang sudah diamankan, tas, motor, KTP semua. Motor hancur parah motor,” pungkasnya.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses otopsi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian dari Polsek Tangerang maupun Satlantas Polres Metro Tangerang Kota belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.










