Update Banjir di Kecamatan Periuk: Air Mulai Surut, Ribuan Warga Masih Terdampak

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Update banjir di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang menunjukkan ribuan warga masih terdampak genangan air. Data terbaru hingga Rabu, 11 Maret 2026 pukul 11.00 WIB mencatat sebanyak 8.812 jiwa terdampak banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan kondisi banjir pada hari keempat mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Menurutnya, genangan kini hanya tersisa di beberapa titik saja.

Bacaan Lainnya

“Baik, untuk hari ini penanganan banjir di hari keempat sudah mulai signifikan turun, hanya tinggal di beberapa tiga titik saja: di Villa Mutiara Pluit, Periuk Damai, dan Cisadane Baru. Untuk wilayah Alamanda, Green City, dan Total Persada, itu alhamdulillah sudah surut. Akses jalan Jembatan Alamanda pun sudah bisa dilalui roda dua maupun roda empat,” ujarnya kepada Lensa Banten saat dihubungi.

Wilayah terdampak banjir tersebar di beberapa kelurahan, yakni Periuk, Gembor, dan Gebang Raya. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan sempat mencapai 300 sentimeter.

Di Kelurahan Periuk, banjir merendam kawasan Perumahan Garden City RW 015 dan Perumahan Periuk Damai RW 008. Ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut tercatat terdampak dan sebagian warga mengungsi ke tempat yang telah disediakan.

Selain itu, kawasan Villa Mutiara Pluit di RW 009, RW 011, dan RW 013 juga ikut terdampak banjir. Warga di lokasi tersebut sebagian mengungsi ke balai warga, masjid, gedung posyandu, hingga ruko.

Banjir juga melanda wilayah Kelurahan Gembor, tepatnya di Perum Total Persada Raya RW 007 dan RW 008. Sementara di Kelurahan Gebang Raya, genangan terjadi di Perum Taman Gebang Raya RW 006 meski dengan ketinggian air yang lebih rendah.

Update Banjir di Kecamatan Periuk: Air Mulai Surut, Ribuan Warga Masih Terdampak

Secara keseluruhan tercatat 2.443 kepala keluarga terdampak banjir di Kecamatan Periuk. Dari jumlah tersebut, 3.947 warga mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian seperti aula kantor kecamatan, masjid, gedung MUI, hingga sekolah.

Andia menambahkan, saat ini petugas tengah melakukan percepatan penanganan melalui proses pompanisasi di sejumlah titik genangan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan lima pompa portable dari berbagai instansi.

“Hari ini kita akan melakukan percepatan proses penanganan dengan melakukan pompanisasi. Di saat ini kita lakukan dengan menggunakan lima pompa portable,” katanya.

Ia menjelaskan, lima pompa tersebut berasal dari beberapa instansi yang terlibat dalam penanganan banjir. Hal ini dilakukan agar proses penyedotan air dapat berjalan lebih optimal.

“Dua unit pompa portable dari DPUPR, satu dari Damkar, satu dari Kecamatan Periuk, dan satu dari PUPR,” jelasnya.

Menurutnya, pompanisasi diharapkan mampu mempercepat surutnya genangan air di wilayah terdalam yang masih terdampak banjir. Saat ini Periuk Damai masih menjadi salah satu titik dengan genangan cukup tinggi.

“Kita upayakan pompanisasi ini bisa dilakukan dengan optimal agar bisa segera surut untuk wilayah area Periuk Damai yang saat ini lokasinya masih di titik terdalam sekitar 1 sampai 1,3 meter. Mungkin itu saja update hari ini, kita optimalkan semoga bisa lekas surut,” tuturnya.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pemantauan di sejumlah titik banjir. Warga juga diimbau tetap waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menambah debit air.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.