Skrining TBC Mandiri Bisa Melalui Aplikasi Sobattb

Skrining TBC Kota Tangerang: Sasar Lebih dari 1.000 Warga Berisiko
Skrining TBC Kota Tangerang: Sasar Lebih dari 1.000 Warga Berisiko

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dalam upaya untuk menjaring kasus tuberkulosis (TBC) sebanyak mungkin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk lebih aktif melakukan skrining, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi. Salah satu alat yang diandalkan untuk mencapai tujuan ini melalui aplikasi Sobattb.

“Aplikasi ini bisa diunduh melalui Playstore dan app store, dan dengan menggunakan barcode yang tersedia, pengguna akan diarahkan untuk menjawab serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mendeteksi kemungkinan terduga TBC,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tangerang, dr. Hermayani, Kamis, 20 Juni 2024.

Bacaan Lainnya

Dr. Hermayani menjelaskan, aplikasi Sobattb dirancang agar dapat digunakan oleh semua orang. “Semua orang bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk mengetahui apakah mereka terkena TBC atau tidak,” tambahnya.

Selain aplikasi, Dinkes juga menyediakan barcode skrining TBC di berbagai fasilitas kesehatan (Faskes). “Jadi, jika masyarakat sedang menunggu antrean di Faskes, mereka bisa mengisi pertanyaan dari barcode tersebut. Pertanyaannya cukup banyak, dan tujuannya adalah agar setelah diisi, pengguna bisa mengetahui apakah mereka terduga TBC atau tidak,” jelas dr. Hermayani.

Harapannya, jika melalui skrining ditemukan seseorang yang terduga TBC, mereka dapat melanjutkan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, terutama pemeriksaan dahak. “Aplikasi ini berguna untuk melakukan skrining awal, namun keputusan akhir mengenai diagnosis TBC tetap harus berdasarkan hasil pemeriksaan dahak,” pungkasnya.

Dengan kemudahan akses dan penggunaan aplikasi Sobattb, Dinkes Kota Tangerang berharap dapat meningkatkan deteksi dini TBC di tengah masyarakat, sehingga penanganan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Nanti masyarakat yang terduga terkena TBC bisa melanjutkan pemeriksaan ke faskes terdekat, misalnya ke puskesmas, klinik atau rumah sakit,”pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus TBC di Kota Tangerang sampai saat ini berdasarkan catatan terakhir di 2023 jumlahnya telah mencapai sekitar 53 ribu orang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.