KOTATANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Ratusan pesepeda mengikuti kegiatan Indonesia Critical Mass (ICM) di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Jumat terakhir setiap bulan. Kegiatan tersebut menjadi wadah spontan para penghobi sepeda untuk menyuarakan hak pesepeda sekaligus menikmati suasana bersepeda bersama di jalan raya.
Kegiatan ini diikuti pesepeda dari berbagai wilayah dan komunitas tanpa memandang usia maupun latar belakang. Para peserta berkumpul di Stadion Benteng dan kemudian bersepeda menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang.
Suarakan Hak Pesepeda
Koordinator ICM, Pindo, mengatakan kegiatan ICM dilakukan untuk merajut kebersamaan sekaligus menyuarakan hak-hak pesepeda di jalan raya. Menurutnya, pesepeda, termasuk mereka yang menggunakan sepeda untuk bekerja atau bike to work, masih kerap mendapat perlakuan kurang baik dari pengguna kendaraan bermotor.
“Tujuannya sebenarnya kita meminta hak-hak para pesepeda. Selama ini teman-teman yang bike to work juga sering dihujat, karena ada yang merasa jalan itu hak kendaraan bermotor,” ujar Pindo, saat dikonfirmasi Lensa Banten di Stadion Benten Reborn.
Ia menilai masih terdapat sejumlah jalur sepeda di Kota Tangerang yang perlu diperbaiki dan ditata lebih baik. Salah satunya berkaitan dengan marka serta rambu jalur sepeda yang dinilai belum cukup jelas bagi pengguna jalan.
“Masih banyak jalan yang harus diberikan jalur sepeda dan diperbaiki. Rambu-rambu yang kita lihat sekarang hanya garis-garis saja, tidak berwarna hijau,” katanya.
Diikuti Ratusan Pesepeda
ICM bukan merupakan organisasi atau komunitas formal, melainkan wadah spontan bagi siapa saja yang memiliki hobi bersepeda. Kegiatan tersebut digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan dengan melibatkan koordinator dari sejumlah komunitas sepeda.
“Setiap bulan di Jumat terakhir. Di setiap wilayah ada koordinator dari beberapa komunitas yang nantinya menjadi road captain dan menentukan rute,” jelasnya.
Jumlah peserta dalam kegiatan kali ini diperkirakan mencapai ratusan orang, bahkan kemungkinan lebih dari 500 pesepeda. Peserta juga tidak hanya berasal dari Kota Tangerang, tetapi ada yang datang dari Kabupaten Tangerang hingga Tangerang Selatan.
“Kalau 500 mungkin lebih, untuk 1.000 saya kurang tahu. Saya juga tidak melihat sampai ke belakang,” tuturnya.
Rute Berbeda Setiap Bulan
Rute ICM tidak selalu sama setiap pelaksanaan karena ditentukan oleh koordinator atau road captain dari komunitas yang terlibat. Untuk kegiatan kali ini, peserta mengambil rute dari Stadion Benteng, kawasan Veteran, Tugu Adipura, Tangcity, Taman Gajah, Pasar Lama, kawasan Rumah Sakit Hermina, hingga kembali ke Stadion Benteng.
“Start dan finish selalu di Stadion Benteng,” katanya.
Kegiatan ini terbuka secara gratis bagi siapa saja yang ingin bergabung. Peserta dapat mengetahui informasi pelaksanaan melalui media sosial komunitas-komunitas sepeda yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Siapa pun yang ingin bergerak, komunitas mana pun mau ikut, kita selalu merangkul,” ujarnya.
Peserta: Seru dan Dapat Pengalaman Baru
Antusiasme juga dirasakan sejumlah peserta dari komunitas Relapse Folks yang mengikuti kegiatan tersebut bersama-sama. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru dan menikmati suasana bersepeda keliling Kota Tangerang.
“Seru, senang, dapat pengalaman baru,” kata El, peserta asal Kecamatan Batuceper.
El mengatakan informasi mengenai kegiatan tersebut mereka dapatkan melalui Instagram, termasuk dari unggahan Instastory. Mereka kemudian datang bersama anggota komunitas untuk mengikuti kegiatan ICM.
“Dari IG, dari Instastory,” ujar peserta.
Bagi sebagian peserta Relapse Folks, kegiatan tersebut merupakan pengalaman pertama mengikuti ICM. Meski baru sekali ikut, mereka mengaku tertarik untuk kembali berpartisipasi pada kegiatan berikutnya.
“Bakal ikut lagi. Seru-seru, ketagihan,” kata peserta lainnya.
Menurut mereka, suasana kegiatan yang ramai dan peserta yang dianggap menyenangkan menjadi salah satu alasan ingin kembali mengikuti kegiatan tersebut. Mereka juga menyebut kegiatan berlangsung aman tanpa adanya kecelakaan selama perjalanan.
“Enggak ada kecelakaan. Have fun saja,” ujarnya.
Diingatkan Tak Kebutan
Meski menjadi ajang berkumpul dan bersepeda bersama, peserta juga diingatkan agar tidak menjadikan ICM sebagai ajang kebut-kebutan. Keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai menjadi hal penting yang harus diperhatikan setiap peserta.
“ICM itu bukan untuk cepat-cepatan. Saya berharap makin banyak yang paham tentang keselamatan, seperti menggunakan lampu, helm, dan sarung tangan,” katanya.
Ia juga meminta para pesepeda tetap menaati rambu dan aturan lalu lintas meski sedang bersepeda secara berkelompok. Menurutnya, rombongan pesepeda terkadang justru membuat peserta sulit menjaga ketertiban di jalan.
“Kita berharap ke depannya lebih tertib lagi. Karena kalau sudah rombongan, terkadang merasa jalan itu punya sendiri,” imbuhnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, tidak ada syarat khusus maupun batasan usia. Kegiatan ini juga gratis dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung melalui jejaring komunitas sepeda.
“Ada sepeda, ada waktu, gas!” pungkasnya.








